PURWOKERTO.SUARA.COM – Setelah beberapa kejadian temuan anak yang mengalami gangguan pencernaan akibat mengonsumsi Ciki Ngebul. Dinas Kesehatan Jawa Timur melalui instruksi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa telah membentuk tim investigasi.
Tim tersebut akan diupayakan untuk menelusuri peredaran Ciki Ngebul di Provinsi Jawa Timur. Sesuai nomenklatur pembentukan tim investigasi ini berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan nomor 2 tahun 2013 tentang Kejadian Luar Biasa (KLB) Keracunan Pangan.
Sebab, puluhan anak SD di beberapa daerah di Indonesia dilaporkan keracunan jajanan Ciki Ngebul warna-warni. Kejadian itu sudah bermula sejak bulan Juli 2022 tahun lalu.
Seiring dengan rentetan kasus itu, Kementerian Kesehatan telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor KL.02.02/C/90/2023 tentang Pengawasan Terhadap Penggunaan Nitrogen Cair Pada Produk Pangan Siap Saji.
Dokter Erwin Astha Triyono Kepala Dinas Kesehatan Jatim mengatakan, nantinya temuan peredaran jajan Ciki Ngebul akan segera diinvestigasi oleh Tim Gerak Cepat (TGC). Ia menyebut risiko mengonsumsi nitrogen cair pada makanan bisa membuat radang dingin, luka bakar atau cold burn pada jaringan kulit.
“Tenggorokan seperti terbakar, bahkan bisa terjadi kerusakan internal organ. Ini disebabkan oleh suhu yang teramat dingin dan langsung bersentuhan dengan organ tubuh dalam waktu yang panjang,” kata dokter Erwin dikutip dari Antara, Minggu, (15/01/2023).
Selain itu, menghirup uap asap nitrogen dalam jangka waktu yang lama juga menyebabkan kesulitan bernafas hingga cukup parah.
“Kami meminta Rumah Sakit di seluruh kabupaten/kota untuk berkoordinasi dengan Dinkes setempat dan melaporkan apabila terjadi KLB keracunan pangan yang disebabkan oleh nitrogen cair,” imbaunya.
Sementara itu di Jatim sendiri, ada dua korban akibat jajanan ciki ngebul. Kasus itu dialami seorang anak sewaktu jajan di Desa Ngasinan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo dan di Kecamatan Puger, Kabupaten Jember.
Baca Juga: Argentina dan Kroasia dalam Penyelidikan FIFA untuk Dugaan Pelanggaran Kode Disiplin
Saat itu, setelah korban menerima jajan Ciki Ngebul dari penjual, beberapa detik kemudian jajanan itu mengeluarkan api dan membakar tangan, wajah dada dan pakaian anak tersebut.
Akibatnya, korban langsung dibawa ke RSU Muslimat Ponorogo dan mengalami luka bakar 30 persen. Sedangkan untuk kejadian di Puger korban sempat menjalani operasi bedah lantaran sering mengalami gangguan pencernaan akut.
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim meminta semua pihak tetap waspada terhadap bahaya konsumsi jajanan ice smoke atau Ciki Ngebul yang diperjual belikan utamanya ke kalangan anak-anak.
Gubernur Jatim itu menegaskan, kalau kewaspadaan terkait konsumsi makanan berbahaya ini bisa ditingkatkan oleh semua pihak. Tidak hanya Dinkes, melainkan para orang tua dan masyarakat luas.
“Penggunaan dan penambahan nitrogen cair sangat berbahaya apabila dikonsumsi apalagi untuk efek jangka panjang. Tentunya ini akan berakibat menjadi masalah kesehatan yang fatal,” ujar Khofifah.
Khofifah mengaku telah menginstruksikan dokter Erwin Kadinkes Jatim supaya segera berkoordinasi dengan seluruh Kadinkes di kabupaten/kota serta BPOM daerah.