PURWOKERTO.SUARA.COM – Hujan deras yang mengguyur di pegunungan Ijen sisi Kabupaten Bondowoso membuat banjir kembali menerjang Desa Sempol, Kecamatan Ijen hari ini.
Hal tersebut dibenarkan Sriyono Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, mengatakan banjir luapan itu terjadi sejak siang hari.
“Banjir luapan terjadi karena saluran air yang tersumbat oleh material kayu dari atas sehingga air meluap ke jalan,” kata Sriyono, Jumat (17/2/2023).
Berdasarkan keterangan dari BPBD, banjir luapan itu mengalir cukup deras dengan membawa material kayu, ranting dan lumpur.
Meski banjir kembali meluap namun tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Sedangkan untuk material kayu berhasil di evakuasi dari saluran sehingga aliran air kembali lancar dan tidak menyumbat.
Menurut Sriyono, petugas telah melakukan asesmen dan membersihkan material kayu yang menyumbat saluran air. Meski upaya itu sempat terkendala cuaca Bondowoso yang mendung.
“Saluran air sudah lancar kembali dan tidak ada luapan air yang mengarah ke jalan lagi,” tambahnya.
Sebagai informasi, Kecamatan Ijen sebelumnya sudah menerjang pada Minggu (12/2/2023) lalu. Banjir di hari itu akibat intensitas hujan yang tinggi sejak pagi hingga sore hari.
Akibat banjir di hari Minggu itu, pemukiman warga di sejumlah desa dilaporkan rusak imbas material kayu dan lumpur yang terbawa banjir.
Baca Juga: Penampilan Terbaru Aming Ziarah di Makam Mbah Priok, Saya Lelah Jadi Ukhti
Sementara itu, Gatot Soebroto Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim mengatakan ada dua desa terdampak banjir bandang, yakni Desa Sempol dan Desa Kalisat.
Terkait dampak banjir itu, Gatot menuturkan ada 54 rumah di Dusun Kampung Baru terdampak. Kemudian sebanyak 23 rumah di Dusun Sumberayu Rumah rusak, dan 2 rumah di Dusun Taman Kembar turut terimbas.
Selain itu, dua unit sekolah, satu kamar mandi umum, dan satu musala juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Sedangkan di Desa Sempol ada 16 rumah terdampak. Sebanyak 10 rumah di Dusun Sempol dan 6 rumah di Dusun Pesanggrahan, dua rumah dan satu kantor KUA dilaporkan rusak.
“Tak ada korban jiwa dari kejadian itu. Dan ratusan warga mengungsi di beberapa titik,” jelas Gatot.***