"Kami bikin pisang krispi sama pink lava jelly," ucapnya.
Yazid dan timnya membandrol pisang krispi dengan harga Rp ribu per kemasan. Satu kemasan berisi tiga potong pisang krispi.
"Kami memilih pisang krispi karena bahanya melimpah dan murah," ujarnya.
Sementara Pink lava jelly dipilih karena menurut pengamatan mereka, minuman ini sedang viral di kalangan anak muda.
"Tapi yang habis duluan justru pisang krispinya," katanya.
Dari penjualan pisang krispi, Yazid dan kawan-kawan mengantongi Rp 200 ribu lebih. Sementara modal mereka hanya kisaran Rp 150 ribu.
"Alhamdulillah sudah untung," tuturnya.
Untuk mendukung bazar kuliner, sekolah menutup sementara kantin sekolah agar siswa dan guru membeli kuliner karya siswa. Selain itu, siswa kelas 11 dan 12 juga dilibatkan dengan peran yang berbeda.
Siswa kelas 11 ditugasi meliput kegiatan dan membuat berita untuk dipublikasikan sendiri. Sementara siswa kelas 12 membuat pentas seni budaya untuk memeriahkan bazar kuliner.
Dengan demikian, ada kolaborasi dari setiap tingkatan untuk mendukung kegiatan P5 kewirausahaan. Masing-masing kegiatan terkait dengan tujuan akademik, baik kegiatan kejurnalistikan maupun seni budayanya.***