Kisah di Balik Kasus Pembuangan Bayi Hidup-hidup di Purbalingga

Purwokerto | Suara.com

Senin, 27 Maret 2023 | 15:14 WIB
Kisah di Balik Kasus Pembuangan Bayi Hidup-hidup di Purbalingga
Anggota Unit PPA Satreskrim Polres Purbalingga menginterogasi terduga pelaku pembuangan bayi di Purbalingga beberapa hari yang lalu. (Foto: Dokumentasi Polres Purbalingga)

Bayi itu ditemukan warga yang pulang dari pasar dalam kondisi tak bernyawa. Hasil visum menyebut, bayi ini mati karena kekurangan oksigen.

Temuan ini kemudian dilaporkan ke polisi. Unit 1 Satuan Reskrim Polres Purbalingga turun bersama tim K9.

Dari penyelidikan di tempat kejadian, polisi mendapat petunjuk. Dalam penyelidikan ini, anjing pelacak diterjunkan.

Penelusuran jejak oleh anjing pelacak mengarah pada dia rumah. Namun satu rumah dikelilingi anjing pelacak itu hingga tiga kali.

Polisipun menyimpulkan dugaan pelaku pembuangan bayi ada di rumah itu. Meski demikian, polisi tidak langsung bergerak. Sebab, rumah yang diduga jadi tempat bernaung pelaku ada di permukiman padat penduduk.

Untuk mengindari kegaduhan warga, maka penggeledahan rumah ditunda hingga petang hari. Ketika petang tiba, anggota Sat Reskrim mencoba masuk ke rumah itu.

Namun petugas tak bisa masuk karena rumah terkunci. Dengan sedikit upaya paksa, petugas akhirnya bisa masuk dan menggeledah isi rumah.

Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan YU di dalam rumah. Polisi juga menemukan bercak darah di tempat tidur dan seprei. Bercak darah itu diduga sisa proses persalinan. 

Polisipun membawa YU ke kantor polisi untuk interogasi. Di kantor polisi, YU mengakui semua perbuatannya. 

Ia mengaku telah melahirkan bayi hasil hubungan gelap dan membunuh bayi itu karena malu jika perselingkuhannya hingga lahir bayi diketahui banyak orang. Polisi kemudian menetapkan YU sebagai tersangka. Polisi menjerat YU dengan UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun dan denda Rp 3 miliar.

Lalu bagaimana dengan pemuda yang menjadi pasangan selingkuh YU? Polisi mengaku masih mendalami keterlibatan pemuda ini.

Polisi hingga kini masih merahasiakan identitas si pemuda. Juga kemungkinan keterlibatannya dalam pembunuhan bayi.

Kronologi Pengungkapan Kasus

Kapolres Purbalingga AKBP Era Johny Kurniawan dalam konferensi pers, Senin (27/3/2023) mengatakan, penyelidikan masih berjalan untuk menentukan apakah akan ada tersangka lain atau tidak. 

Sementara itu, polisi telah menyusun kronologi dari keterangan saksi dan bukti di lapangan. Semua bermula dari laporan temuan mayat bayi di saluran irigasi Desa Karangnangka Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga, Rabu 22 Maret 2023 pagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jadwal Buka Puasa Wilayah Purwokerto dan Sekitarnya 26 Maret 2023

Jadwal Buka Puasa Wilayah Purwokerto dan Sekitarnya 26 Maret 2023

| Minggu, 26 Maret 2023 | 11:22 WIB

TV Ridem Meledak, Listrik Padam, Awal Kronologi Kebakaran Rumah Warga Purbalingga

TV Ridem Meledak, Listrik Padam, Awal Kronologi Kebakaran Rumah Warga Purbalingga

| Minggu, 26 Maret 2023 | 09:56 WIB

Geger! Nenek 82 Tahun Ditemukan Tewas di Saluran Irigasi, Polres Purbalingga Ungkap Penyebabnya

Geger! Nenek 82 Tahun Ditemukan Tewas di Saluran Irigasi, Polres Purbalingga Ungkap Penyebabnya

| Minggu, 26 Maret 2023 | 09:39 WIB

Jadwal Buka Puasa 25 Maret 2023 Wilayah Eks Karesidenan Banyumas

Jadwal Buka Puasa 25 Maret 2023 Wilayah Eks Karesidenan Banyumas

| Sabtu, 25 Maret 2023 | 14:31 WIB

Terkini

Prabowo Instruksikan RUU Ketenagakerjaan Rampung Tahun Ini: Harus Berpihak kepada Buruh!

Prabowo Instruksikan RUU Ketenagakerjaan Rampung Tahun Ini: Harus Berpihak kepada Buruh!

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:30 WIB

Cari Sepeda United Termurah untuk Dewasa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan!

Cari Sepeda United Termurah untuk Dewasa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan!

Lifestyle | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:27 WIB

Kim Heechul Hiatus Sementara, Komedian Kim Shin Young Gabung Knowing Bros

Kim Heechul Hiatus Sementara, Komedian Kim Shin Young Gabung Knowing Bros

Your Say | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:26 WIB

rabowo Ultimatum Aplikator Ojol: Potongan Harus di Bawah 10 Persen atau Angkat Kaki dari Indonesia

rabowo Ultimatum Aplikator Ojol: Potongan Harus di Bawah 10 Persen atau Angkat Kaki dari Indonesia

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:25 WIB

Promo dari Traveloka, Diskon Tiket Pesawat 55 Persen Hingga Hotel Bintang 5

Promo dari Traveloka, Diskon Tiket Pesawat 55 Persen Hingga Hotel Bintang 5

Sumut | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:23 WIB

5 Pilihan HP Chipset Dimensity Paling 'Gacor' 2026: Stabil dan Hemat Daya

5 Pilihan HP Chipset Dimensity Paling 'Gacor' 2026: Stabil dan Hemat Daya

Tekno | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:22 WIB

Prabowo Teken Perpres 27: Aplikator Cuma Boleh Potong 8 Persen, Ojol Berhak 92 Persen Pendapatan

Prabowo Teken Perpres 27: Aplikator Cuma Boleh Potong 8 Persen, Ojol Berhak 92 Persen Pendapatan

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:19 WIB

Panduan Praktis Daftar IMEI 2026: Sinyal Tak 'Ilang-ilangan' Lagi

Panduan Praktis Daftar IMEI 2026: Sinyal Tak 'Ilang-ilangan' Lagi

Tekno | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:18 WIB

Calya hingga Xpander, Mana Mobil Bekas Paling Tangguh untuk Transisi ke Bioetanol E20?

Calya hingga Xpander, Mana Mobil Bekas Paling Tangguh untuk Transisi ke Bioetanol E20?

Otomotif | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:18 WIB

Gaya Rambut Dibilang Gagal di Hari Nikah, Jawaban Syifa Hadju Bikin Kicep

Gaya Rambut Dibilang Gagal di Hari Nikah, Jawaban Syifa Hadju Bikin Kicep

Entertainment | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:18 WIB