AGSI Jawa Tengah Dorong Babad Banyumas Diajukan ke Unesco, Ternyata Ini Alasanya

Purwokerto

Jum'at, 11 Agustus 2023 | 23:59 WIB
AGSI Jawa Tengah Dorong Babad Banyumas Diajukan ke Unesco, Ternyata Ini Alasanya
Ketua AGSI Jawa Tengah Heni Purwono bersama Dewan Pakar AGSI Jawa Tengah Prof SUgeng Priyadi (AGSI Jawa Tengah)

PURWOKERTO.SUARA.COM - Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Provinsi Jawa Tengah terus mendorong agar Babad Banyumas dapat diajukan ke Unesco menjadi Memory of World (MoW). 

Hal itu disampaikan Ketua AGSI Jawa Tengah Heni Purwono kepada Dewan Pakar AGSI Jawa Tengah Prof Sugeng Priyadi saat silaturahmi di Kampus UMP Purwokerto pada Jumat 11 Agustus 2023.

"Kami silaturahim karena Prof Sugeng baru pulang ibadah haji, sekaligus mendorong kembali beliau untuk berusaha mengajukan Babad Banyumas sebagai MoW, karena potensinya sangat besar," jelas Heni. 

Lebih jauh Heni menjelaskan, selain versi Babad Banyumas yang sampai saat ini ada 65, juga dari sisi jumlah naskah mencapai ratusan. 

"Jadi dibanding Babad Diponegoro, saya rasa Babad Banyumas jelas lebih kaya dari sisi jumlah maupun versinya,” tegasnya.

Selain itu, karya Babad Banyumas nyaris merata keberadaannya di seluruh wilayah Banyumas Raya, bahkan beberapa diantaranya juga berada di wilayah luar Banyumas.

Sementara itu, Prof Sugeng Priyadi menjelaskan, dirinya yakin Babad Banyumas merupakan salah satu babad terbesar yang ada di Indonesia. 

"Mungkin hanya I La Galigo saja yang isinya lebih panjang dari Babad Banyumas,” ujarnya.

Pihaknya menjelaskan, dari sisi jumlah, sepengetahuan Prof Sugeng, Babad Banyumas adalah yang terbanyak karena lebih dari seratus. 

baca juga

“Itupun yang sudah ditemukan, belum lagi yang masih tersimpan saya yakin juga masih ada," jelas Sugeng. 

Selain itu, banyaknya versi dan jumlah naskah, tidak lepas dari tradisi literasi yang tinggi pada masyarakat Banyumas. 

"Jadi sejak abad 16, yang tertua kami temukan naskah Kalibening, Babad Banyumas selalu eksis, sampai sekarang dan banyak sekali yang  memiliki dan menulis ulang Babad,” lanjutnya.

Lebih jauh Prof Sugeng menjelaskan, beberapa versi bahkan dianggap pseudo babad, atau babad semu, karena isinya lebih mirip buku sejarah, hingga sangat penting dilestarikan.

Prof Sugeng berharap, ke depan ada dukungan dari berbagai pihak, utamanya pemerintah, untuk memajukan kebudayaan, salah satunya Babad Banyumas. 

"Ya harus ada political will pemerintah, kalau tidak nanti bisa punah, karena saat ini semakin sedikit orang yang peduli dengan babad,” pungkasnya.**Alw

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Prediksi Line Up Timnas Indonesia U-23 untuk Piala AFF U-23 2023

Prediksi Line Up Timnas Indonesia U-23 untuk Piala AFF U-23 2023

Purwokerto | Rabu, 09 Agustus 2023 | 15:23 WIB

Hanya 1 Jam Lebih dari Pusat Kota Magelang, Warung Ini Manjakan Pengunjung Menikmati Keindahan Alam Nan Asri

Hanya 1 Jam Lebih dari Pusat Kota Magelang, Warung Ini Manjakan Pengunjung Menikmati Keindahan Alam Nan Asri

Purwokerto | Rabu, 09 Agustus 2023 | 14:15 WIB

15 Km dari Alun-alun Purwokerto, Ada Wisata Baru dengan Keindahan Surgawi di Kaki Gunung Slamet

15 Km dari Alun-alun Purwokerto, Ada Wisata Baru dengan Keindahan Surgawi di Kaki Gunung Slamet

Purwokerto | Selasa, 08 Agustus 2023 | 05:48 WIB

Terkini

Belajar dari Alam, Puluhan Anak Desa Lemo Rasakan Serunya Menjadi Petani Sehari

Belajar dari Alam, Puluhan Anak Desa Lemo Rasakan Serunya Menjadi Petani Sehari

Banten | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:22 WIB

Seberapa Besar Kontribusi Ajang MotoGP ke Perekonomian

Seberapa Besar Kontribusi Ajang MotoGP ke Perekonomian

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:19 WIB

Bursa Mineral Segera Meluncur, OJK Buka Lowongan Kerja

Bursa Mineral Segera Meluncur, OJK Buka Lowongan Kerja

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:14 WIB

Kata-kata Justin Hubner Yakinkan Ole Romeny Mudik ke Liga Belanda Bersama Fortuna Sittard

Kata-kata Justin Hubner Yakinkan Ole Romeny Mudik ke Liga Belanda Bersama Fortuna Sittard

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:07 WIB

Gary Neville Kritik Taktik dan Komentar Tuchel soal 'DNA Inggris' Usai Tersingkir dari Piala Dunia

Gary Neville Kritik Taktik dan Komentar Tuchel soal 'DNA Inggris' Usai Tersingkir dari Piala Dunia

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:06 WIB

MBG Berpotensi Lebih Menguntungkan Tengkulak daripada Petani

MBG Berpotensi Lebih Menguntungkan Tengkulak daripada Petani

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:06 WIB

5 Film dan Serial Romantis Netflix Paling Banyak Ditonton Sepanjang 2026

5 Film dan Serial Romantis Netflix Paling Banyak Ditonton Sepanjang 2026

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:05 WIB

Final Piala Dunia 2026 Terancam Kabut Asap, Duel Argentina vs Spanyol dalam Ancaman Kebakaran Hutan

Final Piala Dunia 2026 Terancam Kabut Asap, Duel Argentina vs Spanyol dalam Ancaman Kebakaran Hutan

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:05 WIB

Kerap Jadi Sorotan, Ini Tugas dan Fungsi Jampidsus Serta 7 Jaksa Agung Muda di Kejagung

Kerap Jadi Sorotan, Ini Tugas dan Fungsi Jampidsus Serta 7 Jaksa Agung Muda di Kejagung

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 17:57 WIB

Igor Tolic Mengikhlaskan Frans Putros Pergi dari Persib Bandung

Igor Tolic Mengikhlaskan Frans Putros Pergi dari Persib Bandung

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 17:53 WIB

×