PURWOKERTO.SUARA.COM – Pembangunan infrastruktur tidak selamanya berbuah mulus dan bisa digunakan oleh masyarakat. Ada juga proyek penting yang berakhir mangkrak dan kondisi yang menarik untuk diulas.
Termasuk saat berkunjung di Jalan Jalur Dua Talang Kawo, Kelurahan Bangko, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin Provinsi Jambi berjarak 91,4 Km dari Bandara Muara Bungo.
Di sana ada bangunan yang sudah dimulai sejak tahun 2013 dengan tujuan untuk memberikan fasilitas olahraga yang memadai bagi masyarakat setempat.
Dikutip dari Kanal YouTube Topan Tualang pada Senin 28 Agustus 2023, Tempat ini dikenal dengan nama Gelanggang Olahraga (GOR) Merangin. Tempat ini direncanakan untuk digunakan dalam berbagai macam olahraga, mulai dari basket, voli, futsal hingga bulu tangkis.
Pembangunan GOR Merangin dimulai dengan tujuan untuk memberikan tempat yang layak bagi para atlet dan masyarakat umum dalam menjalankan aktivitas olahraga.
Seiring berjalannya waktu, berbagai tahap pembangunan dilakukan untuk memastikan bahwa fasilitas ini sesuai dengan standar dan kebutuhan yang diinginkan.
Salah satu tantangan utama yang dihadapi proyek ini adalah aksesibilitas. Lokasi yang terpencil dan sulit dijangkau oleh infrastruktur transportasi yang memadai dapat menjadi hambatan dalam pemanfaatan GOR.
Sebab dalam beberapa kasus, aksesibilitas yang buruk dapat mempengaruhi tingkat partisipasi dan pemanfaatan fasilitas olahraga.
Sayangnya, meskipun proyek GOR Merangin sudah selesai, tempat ini belum dapat difungsikan sepenuhnya. Ada beberapa alasan mengapa GOR ini belum beroperasi secara optimal.
Baca Juga: Tertarik Budidaya Maggot? Sumber Protein Tinggi untuk Ternak Pengganti AGP, Sudah Diteliti
Salah satunya adalah masalah aksesibilitas yang menyulitkan masyarakat untuk datang dan menggunakan fasilitas ini. Terbengkalainya proyek ini juga bisa disebabkan oleh perubahan kebijakan, perubahan anggaran, atau faktor-faktor lain yang mempengaruhi kelanjutan proyek.
GOR yang tidak dapat dimanfaatkan secara optimal dapat memiliki dampak yang merugikan terhadap masyarakat setempat. Potensi untuk meningkatkan kesehatan, partisipasi dalam olahraga, dan pembinaan atlet lokal mungkin belum dapat direalisasikan dengan baik jika GOR tidak beroperasi.
Meskipun menghadapi kendala, terdapat potensi untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Upaya untuk memperbaiki aksesibilitas, memperoleh dukungan anggaran yang memadai, melibatkan masyarakat dalam perencanaan dan pengelolaan perlu dilakukan.
Pemerintah daerah dapat menjalin kolaborasi dengan pihak terkait bisa menjadi langkah-langkah untuk menghidupkan kembali GOR Merangin. Sebeb dengan usaha bersama dari pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait lainnya, diharapkan bahwa GOR ini dapat difungsikan dan memberikan manfaat.***