PURWOKERTO.SUARA.COM – Berkunjung ke Provinsi Banten, yang terletak di pesisir barat Pulau Jawa, memiliki beragam karakteristik ekonomi di setiap kabupaten dan kota yang ada di dalamnya.
Sebab dalam upaya memahami realitas ekonomi di Banten, penting untuk mengeksplorasi daerah-daerah yang mungkin memiliki tantangan ekonomi yang lebih besar daripada yang lainnya.
Namun dibalik kemajuannya ada tiga daerah termiskin di Provinsi Banten dengan pendapatan rendah dikutip dari data Buku Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) Kabupaten/Kota 2020-2022 yang dikeluarkan BPS Banten.
Melalui data ini kita dapat mengidentifikasi beberapa daerah yang dianggap sebagai daerah termiskin di Provinsi Banten dengan pendapatan kecil.
3. Kota Serang
Meskipun merupakan ibu kota Provinsi Banten dan memiliki banyak potensi industri, Kota Serang menempati urutan ketiga dalam daftar ini dengan PDRB sebesar Rp. 24.495.316,-.
2. Kabupaten Lebak
Di urutan kedua, terdapat Kabupaten Lebak dengan PDRB sebesar Rp. 22.099.187,-. Kabupaten ini juga menghadapi berbagai tantangan ekonomi, terutama di bidang pertanian dan industri.
1. Kabupaten Pandeglang
Baca Juga: Berjarak 17 Km dari Alun-alun Temanggung, Objek Wisata Ini Sediakan Spot Foto Menarik
Masih dari data yang sama oleh BPS Banten, Kabupaten Pandeglang memuncaki daftar sebagai daerah termiskin di Provinsi Banten dengan PDRB sebesar Rp. 20.802.875,-,
Memang diakui perbedaan itu mencerminkan perbedaan ekonomi yang signifikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan di Provinsi Banten.
Penting untuk diingat bahwa PDRB dari BPS hanyalah salah satu indikator ekonomi, dan daerah yang memiliki PDRB memiliki banyak faktor yang dapat mempengaruhi kondisi ekonomi suatu daerah.
Hal ini termasuk akses terhadap sumber daya, infrastruktur, pendidikan, dan lain sebagainya. Namun, data ini dapat menjadi titik awal untuk memahami daerah-daerah yang mungkin memerlukan perhatian khusus dalam upaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi penduduknya.
Program pembangunan ekonomi dan sosial yang terarah dan inklusif dapat membantu mengatasi tantangan yang dihadapi oleh daerah-daerah termiskin di Provinsi Banten, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan merata di seluruh provinsi ini.***