Ranah - Umat Islam dianjurkan memperbanyak melakukan amal ibadah di bulan Syawal. Salah satu amalan di bulan Syawal yaitu puasa 6 hari.
Puasa 6 hari di bulan Syawal salah satu amalan sunah dengan pahala yang melimpah. Biasanya, amalan ini dilakukan pad hari kedua di Bulan Syawal hingga hari berikutnya selama 6 hari.
Puasa Syawal 6 hari ini menjadi pelengkap dan penyempurna puasa Ramadan. Puasa 6 hari ini juga dapat dilakukan pada minggu ke-2 Bulan Syawal.
Lalu, bagaimanakah hukum puasa Syawal dan puasa utang Ramadan?
Dikutip dari suara.com, Kamis (5/5/2022), bahwa sebelum mengerjakan puasa Syawal maupun puasa utang Ramadan, kita perlu tahu hukum dan tata caranya.
Maka dari itu, pengetahuan tentang hukum puasa Syawal dan puasa utang Ramadan ini perlu diperhatikan baik-baik.
Puasa Syawal ini dapat dimulai dari tanggal 2 Syawal hingga akhir menjelang berakhirnya bulan Syawal.
Puasa Syawal yang dilaksanakan selama 6 hari ini memiliki amalan setara dengan puasa selama setahun. Hal ini sebagaimana dalam sebuah hadist yang berbunyi sebagai berikut.
“Siapa saja yang berpuasa Ramadan, kemudian dilanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun.” (HR. Muslim).
Selain berpuasa Syawal, umat muslim juga dapat mengganti utang puasa Ramadan atau puasa Qada. Lantas bagaimana hukum puasa Syawal dan puasa utang Ramadan jika dilakukan dalam satu waktu sekaligus?
Bolehkah Puasa Syawal dan Puasa Utang Ramadan Digabung?
Dikutip dari berbagai sumber, hukum fikih dalam puasa menjelaskan bahwa ulama berpendapat hukum puasa Syawal dan puasa utang Ramadan tidak diperbolehkan digabung.
Hukum puasa Syawal dan puasa utang Ramadan tidak boleh digabungkan karena umat muslim diutamakan untuk membayar utang puasa terlebih dahulu.
Hal ini karena membayar utang puasa Ramadan hukumnya wajib sementara puasa Syawal merupakan sunnah.
Jika seorang muslim memiliki utang puasa, diwajibkan untuk segera membayar utang puasa dengan puasa Qada.