RanahSuara.id - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumatra Barat mencatat, bahwa kebutuhan sapi pada Idul Adha tahun ini mencapai 44 ribu ekor.
Namun begitu, jumlah sapi yang ada di Sumbar saat ini baru ada 37 ribu ekor. Ini berarti jumlah stok sapi di Sumbar masih kurang 7 ribu ekor lagi untuk Idul Adha nanti.
"Untuk Idul Adha kebutuhan sapi mencapai 44 ribu dan yang ada di Sumbar baru di angka 37 ribu," ujar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar, Erinadi, dikutip dari SuaraSumbar.id, Jumat (10/6/2022).
Erinaldi menambahkan, untuk mencukupi kebutuhan sapi untuk Idul Adha nanti, tentu perlu tambahan dari luar Sumbar. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Kita meminta ada pemeriksaan terhadap kendaraan ternak yang akan masuk ke Sumbar terutama dua dokumen asal ternak dan surat kesehatan dari OPD terkait," bebernya.
Ia mengungkapkan, bahwa ada 2.032 ekor sapi diduga terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK), 397 kasus PMK dan yang sembuh mencapai 228 ekor.
Kasus laporan sapi sakit ini tersebar di 15 kota dan kabupaten, 81 kecamatan dan 164 desa/nagari di Sumbar.
Hingga saat ini terang Erinaldi, tidak ada sapi yang mati. Namun untuk sapi yang masuk dari luar provinsi mengalami sakit dan dipotong paksa di bawah pengawasan petugas rumah potong.
Saat ini katanya, untuk layanan kesehatan ternak ada 70 unit dan memberikan tanggapan terhadap laporan sapi yang sakit di provinsi ini.
"Yang perlu dilakukan adalah pengawasan terhadap ternak yang masuk ke Sumbar apalagi saat Idul Adha. Yang paling penting ternak itu masuk memiliki dokumen asal ternak dan surat kesehatan dari OPD terkait," ucapnya.