- Seekor kerbau kurban seberat 700 kg di Bangladesh batal disembelih karena memiliki fisik unik mirip Donald Trump.
- Menteri Dalam Negeri turun tangan menghentikan penyembelihan, mengembalikan uang pembeli, dan memindahkan kerbau ke Kebun Binatang Nasional Dhaka.
- Kerbau albino berambut pirang alami ini kini menjalani karantina sebelum resmi dipamerkan kepada pengunjung kebun binatang.
Suara.com - Kerbau seberat hampir 700 kilogram di Bangladesh yang awalnya ditujukan untuk ibadah kurban mendadak batal disembelih.
Pembatalan ini karena kerbau tersebut punya perawakan fisik yang unik. Paling mencolok adalah raabut di bagian atas kepalanya yang berwarna pirang keemasan dan tertata rapi mirip dengan gaya rambut mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Karena kemiripan visual yang jenaka tersebut, kerbau ini pun diberi nama "Donald Trump" oleh warga setempat.
Melihat potensi keunikan satwa langka tersebut, Pemerintah Bangladesh akhirnya turun tangan untuk mencegah penyembelihannya.
Menteri Dalam Negeri Salahuddin Ahmed secara resmi menginstruksikan jajarannya untuk membatalkan proses kurban hewan tersebut.
"Menteri Dalam Negeri Salahuddin Ahmed memerintahkan penyembelihan dihentikan, pembeli mendapat pengembalian dana penuh, dan hewan itu segera dipindahkan ke Kebun Binatang Nasional di Dhaka," tulis laporan dari akun Instagram @fakta.indo pada Kamis, 28 Mei 2026.
![Presiden China, Xi Jinping, diperkirakan akan menekan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait isu Taiwan dan perang tarif dalam pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di tengah memanasnya perang Iran. [istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/13/76171-donald-trump.jpg)
Kerbau albino dengan corak warna rambut pirang alami seperti ini tergolong sangat langka di Bangladesh.
Saat ini, 'Donald Trump' telah berada di kebun binatang nasional dan menjalani masa karantina selama dua minggu sebelum resmi ditempatkan di kandang khusus untuk dipamerkan kepada para pengunjung.
Warganet pun menyambut gembira keputusan ini, menganggap kepunahan genetik hewan unik tersebut berhasil dicegah melalui jalur yang tidak biasa.