Jadi Tradisi Wajib Jelang Lebaran, Ternyata Mudik Juga Bernilai Ibadah

Selasa, 09 April 2024 | 10:21 WIB
Jadi Tradisi Wajib Jelang Lebaran, Ternyata Mudik Juga Bernilai Ibadah
Pemudik bersiap melanjutlan perjalanan usai turun dari KM Dobonsolo yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Senin, yang berangkat dari Jakarta. (ANTARA/I.C. Senjaya)

Suara.com - Jelang Hari Raya Idul Fitri, Masyarakat Indonesia terutama umat muslim selalu melakukan tradisi pulang kampung, atau kerap disebut dengan mudik.

Tradisi tahunan ini menjadi tradisi yang paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Setelah setahun penuh bekerja dan hidup di perantauan, jelang lebaran ini menjadi momen mereka mengobati rindu dengan kampung halamannya.

Tak heran, jika cuti telah tiba dan lebaran sudah mulai tercium, jalanan akan dipenuhi dengan mereka yang mudik ke kampung halaman.

Mereka bahkan tak segan untuk berdesakan satu sama lainnya, demi bertemu dan berkumpul dengan keluarga tercinta di Hari Raya.

Tak bisa dipungkiri, rasa rindu mereka yang sudah menumpuk ini merupakan perasaan yang wajar. Rasa rindu tersebut muncul lantaran adanya ikatan emosional yang kuat dengan tempat dimana seseorang tumbuh dan dibesarkan.

Melansir dari laman Islam NU, bukan hanya manusia, Rasulullah SAW juga pernah merasakan rindu dengan kota kelahirannya, Makkah.

Hal ini terungkap dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmizi. Di sana tertuliskan ungkapan rindu dan kasih sayang yang mandalam.

Artinya: “Dari Ibnu Abbas; ia berkata; Nabi bersabda: Betapa indahnya engkau wahai negeriku (Makkah). Betapa saya sangat cinta kepadamu. Sekiranya kaumku tidak mengusirku darimu, niscaya aku tidak akan tinggal di tempat lain selainmu.”

Dalam kultum Mudik Silaturrahim, professor Quraish Shihab mengatakan bahwa mudik bukan sekedar pulang kampung, namun menjadi perjalanan spiritual yang penuh kelezatan Rohani.

Baca Juga: One Way di Jalan Tol Trans Jawa Diperpanjang Hingga Jam 12 Siang Hari Ini

Kelezatan Rohani ini terletak pada silaturahim, berkumpul Bersama keluarga, dan kerabat tercinta. Silaturahmi ini menjadi perekat yang memperkuat tali persaudaraan dan kasih sayang.

Kelezatan Rohani mudik tak hanya terbatas pada momen kebersamaan, namun juga terdapat makna spiritual yang mendalam.

Nabi Muhammad SAW bersabda, silaturahmi dapat memperpanjang umur, melapangkan rezeki dan mendatangkan pahala.

Sehingga momen mudik ini menjadi sangat istemwa yang sayang sekali jika ditinggalkan oleh para perantau.

Kontributor : Kanita

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI