Hukum Rabu Wekasan Menurut Islam, Kata Ulama Soal Sholat dan Doa Khusus Itu Tidak Sah?

Rifan Aditya Suara.Com
Kamis, 29 Agustus 2024 | 21:04 WIB
Hukum Rabu Wekasan Menurut Islam, Kata Ulama Soal Sholat dan Doa Khusus Itu Tidak Sah?
Ilustrasi rabu wekasan Menurut Islam (freepik)

Suara.com - Hari Rabu terakhir di bulan Safar seringkali disebut sebagai Rabu Wekasan atau Rebo Wekasan, Rebo Kasan, Rebo Pungkasan. Ini merupakan hari yang memiliki makna khusus bagi sebagian umat Islam. Bagaimana hukum Rabu Wekasan dalam Islam? 

Meskipun begitu Rebo Wekasan juga kerap dikaitkan dengan berbagai mitos dan kepercayaan. Mulai dari hari sial hingga hari yang penuh keberkahan. Apa Islam juga mengajarkan amalan khusus ataupun meyakini adanya Rabu Wekasan? 

Keyakinan Rabu Wekasan

Sebagian orang di beberapa daerah di Indonesia mempercayai bahwa hari Rabu terakhir di bulan Safar adalah hari sial. Sehingga mereka kemudian melakukan ritual-ritual tertentu seperti doa tolak bala atau kesialan yang jatuh pada hari itu.

Adapun bentuk ritual Rabu Wekasan yang umumnya dilakukan adalah sholat, berdoa dengan doa-doa khusus, selamatan, sedekah, silaturrahim, dan berbuat baik kepada sesama.

Di dalam kitab Al-Jawahir al-Khoms, Syech Kamil Fariduddin as-Syukarjanji pada halaman 5 disebutkan, pada setiap tahun hari Rabu terakhir di bulan Safar, Allah SWT akan menurunkan 320.000 bala bencana ke muka bumi.

Maka dari itu, pada Rabu Wekasan banyak orang berasumsi bahwa hari itu akan menjadi hari-hari yang sulit dalam satu tahun. Sehingga kebanyakan umat muslim akan melakukan amalan Rabu Wekasan, seperti mendirikan sholat sunnah sebanyak 4 rakaat.

Tapi sebetulnya, bagaimana hukum Rabu Wekasan menurut Islam? 

Hukum Rabu Wekasan Menurut Islam

Baca Juga: Amalan Rabu Wekasan, Menolak Bala dengan Doa di Hari Rabu Terakhir Bulan Safar

Sebagaimana dilansir dari laman NU Online, Ustadz Mubassyarum Bih menjelaskan bahwa pada dasarnya, tidak ada nash sharih yang menjelaskan anjuran sholat Rabu Wekasan.

Oleh karena itu, jika sholat Rabu Wekasan diniati secara khusus, misalkan “aku niat shalat Shafar”, “aku niat shalat Rabu Wekasan”, maka sholat tersebut tidak sah dan haram.

Hal itu didasarkan pada prinsip kaidah fiqih yang dikutip dari Syekh Sulaiman al-Bujairimi dalam Tuhfah al-Habib Hasyiyah ‘ala al-Iqna’, “Hukum asal dalam ibadah apabila tidak dianjurkan, maka tidak sah”.

Maka atas pertimbangan kaidah itu, para ulama mengharamkan sholat Raghaib di awal Jumat bulan Rajab, sholat nisfu Sya’ban, sholat Asyura’ dan sholat kafarat di akhir bulan Ramadhan, sebab sholat tersebut tidak memiliki dasar hadits yang kuat.

Hal ini sebagaimana dijelaskan Syekh Abi Bakar Syatha di dalam I’anah al-Thalibin mengutip Syekh Zainuddin al-Malibari dalam kitab Irsyad al-‘Ibad.

“Adapun hadits-hadits sholat itu adalah palsu dan batal, jangan terbujuk oleh orang yang menyebutkannya”, tulis Ustadz Mubassyarum Bih mengutip Syekh Abu Bakr bin Syatha dalam I’anah al-Thalibin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI