Mukjizat Nabi Muhammad SAW Tak Sedahsyat Nabi-nabi Sebelumnya? Ini Kata Gus Baha

Riki Chandra Suara.Com
Rabu, 18 September 2024 | 17:30 WIB
Mukjizat Nabi Muhammad SAW Tak Sedahsyat Nabi-nabi Sebelumnya? Ini Kata Gus Baha
KH Ahmad Bahauddin Nursalim alias Gus Baha. [Dok.Istimewa]

Suara.com - Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha, menjelaskan perbedaan signifikan antara mukjizat Nabi Muhammad SAW dengan nabi-nabi sebelumnya.

Gus Baha menegaskan bahwa mukjizat Nabi Muhammad SAW cenderung bersifat basyariyah atau manusiawi yang memiliki sifat-sifat seperti rasa lapar, haus, sakit, dan berkeluarga. Berbeda dengan mukjizat nabi-nabi sebelumnya yang lebih luar biasa dan dahsyat.

Gus Baha menjelaskan bahwa salah satu contoh mukjizat Nabi Muhammad SAW adalah kebiasaan beliau yang menggunakan kayu sebagai tanda saat ingin menyampaikan khutbah.

Mukjizat ini, menurut Gus Baha, mengandung makna bahwa Nabi Muhammad memiliki sifat-sifat manusia biasa yang memungkinkan umatnya untuk lebih mudah menirunya.

“Mukjizat yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW bersifat basyariyah, sedangkan mukjizat nabi-nabi sebelumnya jauh lebih dahsyat,” jelas Gus Baha dalam acara Haul Ke-42 KH Abdul Hamid Pasuruan, dikutip dari website resmi NU Online, Rabu (18/9/2024).

Berbeda dengan mukjizat nabi-nabi sebelumnya yang melibatkan komunikasi dengan hewan, mengeluarkan unta dari batu, atau membelah lautan, mukjizat Nabi Muhammad lebih mengarah pada sifat dan kehidupan sehari-hari. Hal ini membuat ajaran Islam lebih mudah diterima dan diikuti oleh umatnya.

Gus Baha menambahkan, Nabi Muhammad pernah mengalami berbagai kondisi kehidupan seperti yatim, miskin, dan kemudian diangkat menjadi nabi, yang semuanya mengajarkan tentang kesederhanaan dan kemanusiaan.

Menurut Gus Baha, permintaan mukjizat dari orang kafir yang menginginkan Allah SWT untuk turun dan menggandeng Nabi Muhammad SAW tidak dikabulkan. Sebab, orang yang menolak Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dianggap angkuh dan tidak akan pernah puas dengan mukjizat apapun.

“Mukjizat nabi tidak akan bisa diterima jika tidak sesuai dengan kondisi sosial masyarakat. Maka dari itu, saya ingin mengingatkan bahwa memiliki mukjizat bukanlah hal yang utama. Yang penting adalah kesederhanaan dan kesesuaian dengan kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Dalam penutupnya, Gus Baha menekankan bahwa Nabi Muhammad disamakan dengan manusia pada umumnya dalam hal keseharian, meskipun hakikatnya tidak sama. Hal ini untuk menunjukkan bahwa ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad adalah untuk kehidupan sehari-hari yang lebih sederhana dan dapat diterima oleh semua kalangan.

“Allah menjelaskan dirinya dengan cara sederhana, seperti menghilangkan rasa lapar dan mengamankan dari rasa takut. Ini adalah ajaran yang paling disukai oleh Nabi Muhammad,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI