Selebtek.suara.com - Pemerintah kota DKI Jakarta secara resmi akan menyegel sementara 12 gerai Holywings yang ada di daerahnya.
Penutupan ini bukan karena promosi SARA yang sebelumnya ramai diberitakan, melainkan soal izin menjual minuman keras.
Tujuh diantaranya hanya memiliki Surat Keterangan Pengecer (SKP) minuman beralkohol, yang hanya memperbolehkan pembeli membawa pulang minuman dan tidak untuk minum di tempat. Sementara lima lainnya tidak memiliki izin sama sekali.
Ulama Nadirsyah Hosen alias Gus Nadir pun ikut berkomentar atas penutupan 12 gerai Holywings di Jakarta ini. Melalui Twitternya, Gus Nadir me-reply sebuah berita di media online yang menginformasikan 12 gerai Holywings di Jakarta ditutup.
"...dan menambah jumlah pengangguran di saat ekonomi baru bergerak setelah covid. Allahumma shalli 'ala Sayyidina Muhammad wa'ala ali Sayyidina Muhammad," twit Gus Nadir.
Pendapat Gus Nadir ini pun menuai kontroversi. Banyak yang sependapat dengannya. Mereka perpendapat penutupan itu akan berdampak pada karyawan Holywings yang menganggur.
Namun yang kontra dengan twitt Gus Nadir tak sedikit. Mereka menganggap, Gus Nadir hanya melihat dari sidut ekonomi. Padahal Holywings selama ini dikenal sebagai tempat menjual miras.
Warganet bertambah heran, karena twit tersebut ditulis oleh seorang Gus Nadir, yang merupakan dai dan ulama terkenal serta terpandang.
"Why? Kenapa fokusnya di jumlah pengangguran dan bukan pelanggaran yang dibuat perusahaan terkait. Usaha semacam Holywings ada regulasi yang musti ditaati, kalau enggak mau ditutup ya lengkapi berkas-berkas dan sertifikat yang diperlukan. Itu pun kalau Holywings benar-benar memperhatikan," kata akun @imambasor1.
"Eksekusi tanpa memikirkan kelanjutan nasib karyawannya. Hanya karena ingin terlihat pembela agama di mata para pengikutnya, miris," kata akun @a_alijihad.
"Gus mau tanya, mana yang lebih baik, menganggur atau berusaha mencari tempat kerja yang lebih baik atau bekerja di tempat menjual khamar daripada tidak ada pekerjaan," twit akun @raiderazor.
"Astaghfirullah, usaha jualan minuman keras, bahkan menghina Rasulullah, kamu membahas masalah pengangguran. Sesungguhnya hatimu mungkin telah terkutuk, ya Allah, hindarilah kami dari muslim-muslim fasiq munafiq seperti ini," twit akun @thehonai.
"Saya sependapat dengan statementnya Panjenengan Gus. Di saat yang lain susah cari kerja, ini yang sudah dapat kerja ternyata kena dampak usaha bosnya," tutur akun @bung_yusril.