Emak-emak Menjerit, Harga Telur Terus Meroket, Ternyata Ini Penyebabnya

Selebtek

Rabu, 24 Agustus 2022 | 17:07 WIB
Emak-emak Menjerit, Harga Telur Terus Meroket, Ternyata Ini Penyebabnya
Ilustrasi telur ayam yang dijual di pasar (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Selebtek.suara.com - Harga telur ayam di beberapa wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta yang terus meroket akhir-akhir membuat masyarakat menjerit.

Hal itu tentu membuat emak-emak kewalahan karena telur adalah salah satu sumber protein yang biasa dikonsumsi keluarga yang sebelumnya tergolong murah.

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia Abdullah mengatakan, harga telur terus merangkak naik dari semula sekitar Rp27.000/kg, lalu naik menjadi Rp29.000 /kg, hingga kini mencapai Rp30.000 sampai dengan Rp 32.000/kg.

Bahkan menurut Abdullah harga telur sekarang adalah harga termahal sejak 5 tahun terakhir. 

"Ini harga tertinggi dalam sejarah 5 tahun terakhir Kementerian Perdagangan (Kemendag) bekerja," tutur Abdullah melalui keterangannya Selasa (23/8/2022).

Lantas, apa penyebab harga telur naik? Untuk lebih jelasnya, mari simak berikut ini penyebab kenaikan harga telur yang dirangkum dari Suara.com.

1. Naiknya Harga Pakan Ayam

Salah satu penyebab harga telur melejit karena harga pakan ayam yang meningkat hingga 27 persen. Sementara harga jagung meningkat 30 persen. Meningkatnya harga jagung ini terlepas harga pupuk yang meningkat 20 persen.

2. Pasca Pandemi Corona

Penyebab lain melambungnya harga telur karena Indonesia sedang dalam kondisi new normal pasca pandemi Corona sehingga ekonomi belum sepenuhnya pulih. Fenomena ini pun membawa dampak pada harga pangan, termasuk harga telur.

3. Konflik Rusia-Ukraina

Penyebab selanjutnya harga telur meledak yaitu konflik Rusia dan Ukraina yang berdampak rantai produksi maupun distribusi pangan pada beberapa negara menjadi terhambat, sehingga ini berdampak melonjaknya harga komoditas tertentu.

Sebagai informasi, Rusia dan Ukraina ini memang masuk dalam daftar negara produsen komoditas pangan, khususnya gandum dan banyak lagi lainnya.

4. Perubahan Iklim

Penyebab berikutnya yang membuat naiknya harga telur karena adanya perubahan iklim. Perubahan iklim ini secara global membuat tekanan suplai agrikultur menjadi lebih besar. Pasalnya, cuaca ekstrem dapat berpotensi menurunnya yield (imbal hasil) dari komoditas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Harga Telur Ayam di Pasar Slipi Alami Kenaikan, Kini Rp32 Ribu per Kilo

Harga Telur Ayam di Pasar Slipi Alami Kenaikan, Kini Rp32 Ribu per Kilo

News | Rabu, 24 Agustus 2022 | 16:17 WIB

5 Fakta Harga Telur Ayam 'Meledak', Mendag: Nggak Seberapa, Jangan Diributkan

5 Fakta Harga Telur Ayam 'Meledak', Mendag: Nggak Seberapa, Jangan Diributkan

News | Rabu, 24 Agustus 2022 | 15:23 WIB

Karyawan Perusahaan Ini Harus Makan Telur Mentah Jika Tak Capai Target, Padahal Berbahaya!

Karyawan Perusahaan Ini Harus Makan Telur Mentah Jika Tak Capai Target, Padahal Berbahaya!

Health | Rabu, 24 Agustus 2022 | 15:56 WIB

Terkini

PDIP Remehkan Safari Politik Jokowi: Jadi Presiden Saja Tak Bisa Loloskan PSI, Apalagi Sekarang

PDIP Remehkan Safari Politik Jokowi: Jadi Presiden Saja Tak Bisa Loloskan PSI, Apalagi Sekarang

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:44 WIB

Menjelang Magrib 2: Kala Medis Berhadapan dengan Ritual Keji di Desa Terpencil, Malam Ini di ANTV

Menjelang Magrib 2: Kala Medis Berhadapan dengan Ritual Keji di Desa Terpencil, Malam Ini di ANTV

Entertainment | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:40 WIB

Khusyuknya Prosesi Tiga Langkah Namaskara Sambut Waisak 2570 BE

Khusyuknya Prosesi Tiga Langkah Namaskara Sambut Waisak 2570 BE

Foto | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:40 WIB

Daftar Klub Inggris Paling Sukses di Eropa: Liverpool Masih Juara, Arsenal Coba Cetak Sejarah

Daftar Klub Inggris Paling Sukses di Eropa: Liverpool Masih Juara, Arsenal Coba Cetak Sejarah

Bola | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:36 WIB

Produktif di 2026, Etenia Croft Kembali Hadirkan Lagu Kau Selalu Ada

Produktif di 2026, Etenia Croft Kembali Hadirkan Lagu Kau Selalu Ada

Entertainment | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:34 WIB

Film 'Jongot' Angkat Kearifan Suku Musi dalam Menjaga Hutan dan Alam

Film 'Jongot' Angkat Kearifan Suku Musi dalam Menjaga Hutan dan Alam

Sumsel | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:30 WIB

PBB Dikabarkan Masukkan Israel ke Daftar Hitam Kekerasan Seksual di Zona Konflik

PBB Dikabarkan Masukkan Israel ke Daftar Hitam Kekerasan Seksual di Zona Konflik

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:29 WIB

Libur Panjang Idul Adha, Warga Serbu Tebet Eco Park

Libur Panjang Idul Adha, Warga Serbu Tebet Eco Park

Foto | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:25 WIB

Tragedi Kresek Hitam: Sengkarut Sampah Plastik Pasca-Iduladha yang Tak Kunjung Usai

Tragedi Kresek Hitam: Sengkarut Sampah Plastik Pasca-Iduladha yang Tak Kunjung Usai

Your Say | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:25 WIB

Supernova dan Revolusi Sastra Populer Indonesia Awal 2000-an

Supernova dan Revolusi Sastra Populer Indonesia Awal 2000-an

Your Say | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:25 WIB