Selebtek.suara.com - Motor listrik menjadi salah satu alternatif di tengah kenaikan bahan bakar minyak (BBM). Hal ini karena kendaraan tersebut memanfaatkan listrik sebagai tenaga penggerak.
Karena menggunakan listrik, kendaraan ini tak membutuhkan BBM. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Taslim mengatakan, penggunaan motor listrik secara otomatis akan menghemat penggunaan BBM dan sekaligus bisa mengurangi impor BBM.
Motor dengan bahan bakar minyak setidaknya membutuhkan Rp12 ribu dalam perjalanan 30 km. Hitungan itu pun saat BBM masih belum naik, sehingga jika melihat harga yang sekarang, tentu akan jauh lebih mahal lagi.
Sementara untuk motor listrik, Arifin Taslim mengatakan hanay membutuhkan biaya Rp6 ribu - Rp7 ribu untuk jarak tempuh 30 km.
Motor listrik juga lebih ramah lingkungan. Karena motor jenis ini tidak menghasilkan emisi gas yang menjadi salah satu pemicu polusi udara. Sehingga secara otomatis dengan tidak adanya asap dari knalpot, kualitas udara di sekitar menjadi lebih bersih.
Kemudian, motor listrik memiliki perawatan yang lebih mudah. hal itu karena komponen pada kendaraan lebih sedikit.
Keunggulan lainnya, motor listrik todak menggunakan oli seperti motor berbahan bakar minyak. Sehingga iaya perawatan bisa ditekan karena tak perlu melakukan ganti oli dan servis mesin secara rutin.
Motor listrik hanya membutuhkan perhatian pada onderdil seperti kampas rem, ban serta minyak rem.
Terakhir, suara motor listrik lebih halus. Hal itu disebabkan karena motor listrik tidak memiliki proses internal sehingga kebisingan bisa lebih diredam. Dengan kelebihan ini, tentunya polusi suara akan bisa dikurangi, terlebih jika kita melewati pemukiman padat penduduk. (*)
Baca Juga: Di Australia Ada Dua Uang Pensiun yang Bisa Diterima oleh Warga
Sumber: Suara.com