![Asisten Rumah Tangga (ART) Ferdy Sambo, Susi, memberikan kesaksian di PN Jaksel [Tangkapan layar]](https://media.suara.com/suara-partners/selebtek/thumbs/1200x675/2022/11/01/1-asisten-rumah-tangga-art-ferdy-sambo-susi-memberikan-kesaksian-di-pn-jaksel.jpg)
3. Ketahuan bohong pada insiden PC jatuh di kamar mandi
Hakim kemudian bertanya soal bagaimana PC diduga jatuh di kamar mandi. Ia pun memberikan kesaksian jika dirinya tiba-tiba saja pergi ke lantai atas.
"Ibu jatuh di kamar mandi di lantai dua. Tergeletak di depan kamar mandi. Kejadian habis maghrib," kata Susi.
Mendengar jawaban itu, hakim bertanya apa yang membuat Susi naik ke lantai dua. Apakah PC sempat teriak sehingga membuatnya menuju sumber suara.
Susi menjawab "Tidak". Jawaban ini membuat hakim Wahyu kesal. "Lho kenapa kamu ke atas." tanya hakim Wahyu.
4. Kesaksian soal keributan antara Brigadir J dan Kuwat Maruf
Kejanggalan yang cukup mencolok yakni saat Susi memberikan kesaksian soal keributan yang terjadi antara Kuwat dan Brigadir J yang sebelumnya ada di BAP. Susi tampak berbelit-belit saat memberikan penjelasan.
Susi mengatakan jika keributan terjadi karena PC meminta agar bukan Brigadir J yang menolongnya.
"Kata ibu, jangan Om Yosua. Saya panggil Om Kuwat" ungkap Susi.
Baca Juga: Kehadiran Pangeran Harry dan Meghan Markle di Penobatan Raja Charles Mungkin Sebuah 'Kesalahan'
Susi juga mengungkap adanya keributan antara Brigadir J dan Kuwat Ma'ruf akibat Kuwat menuduh ada hal yang dilakukan Brigadir J kepada PC. Susi pun mengungkap sempat melerai Brigadir J dan Kuwat. (*)