Selebtek.suara.com - Keterangan Bharada E dan Ferdy Sambo mulai dibenturkan di persidangan. Beberapa keterangan berbeda dilontarkan keduanya, salah satunya detik-detik saat Brigadir Yosua Hutabaran alias Brigadir J tewas.
Ferdy Sambo mengaku kaget setelah Brigadir J tergeletak berlumuran darah. Ia lantas meminta Bharada Richard Eliezer menghentikan tembakan.
"Karena cepat sekali penembakkan itu, saya kaget, saya perintahkan (Bharada E) setop berhenti (menembak) begitu melihat Yosua jatuh kemudian sudah berlumuran darah," kata Sambo.
Keterangan mantan Kadiv Propam ini disampaikan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2022) dengan terdakwa Kuat Maruf, Bripka Ricky Rizal dan Bharada Richard Eliezer.
![Ferdy Sambo usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (29/11/2022). [Suara.com/Yosea]](https://media.suara.com/suara-partners/selebtek/thumbs/1200x675/2022/12/07/1-ferdy-sambo-usai-menjalani-sidang-di-pengadilan-negeri-jakarta-selatan-selasa-29112022-suaracomyosea.jpg)
Ferdy Sambo juga mengaku panis setelah insiden itu. Ia bingung bagaimana menyelesaikan serta menutupi pembunuhan ajudannya itu.
"Kemudian saya jadi panik yang mulia, saya tidak tahu bagaimana menyelesaikan penembakkan ini," ungkap Sambo.
Ia kemudian membuat skenario licik untuk kematian Brigadir J, seolah-olah terjadi insider baku tembak. Sambo kemudian mengambil senjata milik Yosua lalu menembakkan ke beberapa titik di dalam rumah Duren Tiga.
"Kemudian saya berpikir dengan pengalaman saya, yang paling mungkin adalah peristiwa ini penembakkan ini adalah tembak menembak. Akhirnya kemudian saya melihat ada senjata Yosua di pinggang saya ambil dan mengarahkan tembakan ke dinding," imbuhnya. (*)
Baca Juga: Polres Tangsel Geledah Tas Pengunjung dan Gunakan Metal Detector, Buntut Bom Polsek Astana Anyar