Selebtek.suara.com – Beredar video gunung berapi di daerah Sumatera Barat kembali alami erupsi. Dikabarkan, abu vulkanik yang dimuntahkan saat erupsi mencapai ketinggian 1.000 meter.
Dikutip dari Pos Pengamatan Gunung Marapi, erupsi tertinggi terjadi pada sekitar pukul 11 WIB.
Erupsi marapi di Sumatera Barat ini ternyata telah berlangsung selama beberapa hari. Erupsi pertama terjadi Sabtu 7 Januari lalu. Hingga Kamis kemarin, dikabarkan Gunung Marapi yang berada di dekat Kota Padang Panjang dan Bukittinggi ini telah mengalami 149 kali erupsi.
Saat ini, status Gunung Marapi sudah memasuki level II. Meskipun belum ada himbauan untuk mengungsi, pihak terkait meminta agar masyarakat menjauhi dan tidak berada di radius 3 km dari kawah Gunung Marapi.
Dikutip dari Pos Pengamatan Gunung Marapi, erupsi tertinggi terjadi pada sekitar pukul 11 WIB.
![Erupsi Gunung Marapi Sumatera Barat [Ig: @sudutbukittinggi]](https://media.suara.com/suara-partners/selebtek/thumbs/1200x675/2023/01/13/1-whatsapp-image-2023-01-13-at-143823.jpeg)
Namun meskipun sudah berkali-kali mengalami erupsi, ternyata ada beberapa masyarakat Sumatera Barat yang bahkan tidak menyadarinya. Hal di diduga karena Gunung Marapi memang sering kali mengalami erupsi.
Menurut salah seorang warganet, erupsi Gunung Marapi merupakan satu hal yang wajar dibanding jika meletus secara tiba-tiba. Namun ternyata, walaupun dianggap biasa, erupsi gunung memiliki 3 tingkat bahaya.
1. Bahaya Primer
Bahaya primer merupakan bahaya langsung dari terjadinya peristiwa letusan gunung api. Bahaya primer bisa mencakup seperti aliran awan panas, hujan abu hingga gas vulkanik beracun.
Baca Juga: Bakal Kembali Balapan di Indonesia, Ini 4 Fakta Unik Formula E Musim 2023
2. Bahaya Sekunder
Bahaya sekunder merupakan bahaya tidak langsung. Bahaya ini seperti endapan material erupsi pada gunung yang terbawa oleh hujan.
3. Bahaya Kolateral
Bahaya yang terakhir yaitu dipicu oleh dampak letusan gunung api. Bahaya ini bisa saja memicu gerakan tanah pada gunung dan bisa pula mengakibatkan tsunami.(*)