Selebtek.suara.com - Hotman Paris Hutapea menanggapi kejadian saat Venna Melinda menyemprot Sunan Kalijaga di depan Pengadilan Agama Jakarta Selatan.
Usai sidang mediasi perceraiannya dengan Ferry Irawan pada Kamis (23/2/2023) lalu, Venna Melinda menanyakan langsung kepada Sunan Kalijaga selaku kuasa hukum suaminya.
Ibunda Verrell Bramasta itu sempat diancam akan digugat dengan pidana berat jika tidak mau mengembalikan sejumlah barang milik Ferry Irawan.
Namun dalam adu argumen itu, Sunan Kalijaga terlihat tidak bisa membalas Venna Melinda. Apalagi dia tidak bisa menunjukkan surat kuasa untuk menerima barang-barang yang diminta oleh Ferry Irawan.
Akhirnya sang pengacara berdalih bahwa ancaman itu tidak ditujukan kepada Venna Melinda melainkan suatu bentuk edukasi pada masyarakat.
Video adu debat Venna Melinda dan Sunan Kalijaga di depan awak media itu akhirnya viral. Hotman Paris pun merasa kagum akan kehebatan artis sekaligus mantan anggota DPR itu.
"Venna Melinda, kau memang emak-emak cantik. Tapi aku kagum betapa hebatnya kamu bisa berdebat di depan pengadilan agama," ucap Hotman, dikutip Selebtek.suara.com dari Instagram @hotmanparisofficial, Sabtu (25/2/2023).
Pengacara kondang itu menyebut Venna Melinda bukan seorang pengacara tapi mampu menyampaikan argumen yang hebat.
Ia pun seolah menyindir Sunan Kalijaga yang ngacir saat adu debat dengan Venna Melinda.
Baca Juga: Jalan Tol Semarang-Demak Diresmikan Presiden Jokowi, Ganjar; Semoga Bisa Urai Kemacetan dan Rob
"Kau bukan pengacara tapi kau bisa. Sampai ada orang yang ngacir gak tahan hebatnya argumen kamu," lanjut Hotman.
Hotman pun mengatakan dirinya sempat memberi arahan pada Venna selama 15 menit sebelum menghadiri sidang mediasi.
"Gurunya siapa dulu. 15 menit itu saya training Venna sebelum berangkat ke Pengadilan Agama..hahaha..," ujar Hotman sambil tertawa.
Pengacara yang kerap mengendarai mobil mewah itu merasa lucu dengan kejadian antara Venna dan Sunan Kalijaga.
Ia heran lantaran seorang emak-emak malah memenangkan perdebatan dengan seorang pengacara.
"Ini menjadi cerita lelucon. Seorang emak-emak memenangkan perdebatan," ungkap Hotman.
"Untuk apa kami-kami ini sekolah hukum lagi kalau memang seorang emak-emak sebegitu tangkasnya. Makanya jangan konpres-konpres mulu," ucapnya.(*)