Selebtek.suara.com - Sebagai pasangan suami istri, bercinta terkadang menjadi suatu keharusan. Selain bisa menambah keharmonisan rumah tangga, ada banyak manfaat kesehatan saat rutin melakukan hubungan badan.
Namun, siapa sangka jika lama tidak berhubungan seks, hal ini akan berpengaruh negatif terhadap Miss V alias vagina. Hal ini diungkapkan Tristan Weedmark dari We-Vibe, seperti dilansir Suara,com, Kamis (13/7/2023).
"Jika kamu tidak berhubungan seks secara teratur dengan pasangan, sangat penting menjaga miss kamu bahagia dan sehat dengan masturbasi. Kesenangan diri membawa semua manfaat ini," katanya.
Sementara itu, Dr. Jess, seksolog residen Astroglide menjelaskan, Miss V yang jarang dipakai mengakibatkan seorang perempuan membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai orgasme.
![Ilustrasi pasangan yang tengah bercinta [Shutterstock]](https://media.suara.com/suara-partners/selebtek/thumbs/1200x675/2023/07/13/1-ilustrasi-pasangan-yang-tengah-bercinta-shutterstock.jpg)
"Saat klien saya istirahat, terkadang mereka mengalami sedikit penundaan untuk kembali ke alur. Dalam banyak kasus, ini terkait dengan ketakutan mereka untuk 'melepaskan'," tutur Dr. Jess.
Meski demikian, bukan berarti jarang bercinta adalah suatu yang buruk. Hanya saja, kamu harus mengenalkan kembali tubuhnya tentang sensasi orgasme, dan itu membutuhkan waktu.
Gairah seks juga membuat Miss V menjadi basah. Sehingga kurangnya bercinta akan menyebabkan lebih sedikit pelumas. Sehingga kamu butuh waktu untuk pemanasan sebelum berhubungan badan.
Selain itu anggapan jarang bercinta akan membuat Miss V menjadi kencang kembali adalah salah. Perasaan vagina lebih kencang setelah kamu berhenti bercinta bisa terjadi karena keteganagn atau kurangnya gairah.
"Jika kamu sedikit gugup untuk kembali, luangkan waktu kamu, gunakan pelumas, dan tunggu sampai tingkat gairah kamu tinggi sebelum memasukkan apa pun ke dalam," tutur Dr. Jess. (*)
Baca Juga: Seleksi Ketat Timnas U-17, Bima Sakti Terapkan Sistem Promosi dan Degradasi: Tak Ada Keistimewaan!