Selebtek.suara.com - Media sosial belakangan ini dihebohkan dengan pengakuan seorang wanita bernama Ida Susanti yang menyebut suaminya ternyata adalah seorang laki-laki.
Kasus itu terungkap lewat unggahan video di akun TikTok bernama @yolayola8040 yang kini telah hilang. Ida Susanti mengaku suaminya telah memalsukan dokumen dan memerasnya.
Publik pun dibuat terkejut karena pelaku penipuan tersebut diduga adalah adik perempuan pengusaha jalan tol, Jusuf Hamka.
Awal perkenalan dengan pelaku
Ida membeberkan saat berkenalan pada tahun 2000 silam pelaku mengaku sebagai Nardinata Marshioni Suhaimi.
Setelah masa perkenalan selama tiga minggu, Ida pun dilamar oleh Nardinata. Keduanya menandatangi surat nikah di Hotel Mercure, Jakarta.
Setelah itu, keduanya melakukan perjalanan bulan madu ke tiga negara. Namun, saat di Bangkok, suami Ida akhirnya mengaku bahwa dirinya adalah seorang perempuan.
"Pada saat itulah dia mengatakan bahwa dia tidak butuh istri dan hanya butuh pendamping ke mana-mana. Lalu ia mengaku bahwa dia adalah seorang perempuan," tulis Ida Susanti dalam unggahannya yang dibagikan ulang oleh akun @sentral.info, dikutip pada Minggu (1/10/2023).
Penderitaan Ida Susanti dimulai
Ida yang syok mendengar pengakuan mengejutkan itu menangis dan mereka bertengkar hebat. Ketika itu ia dipukuli dan diancam akan dibunuh.
Karena ketakutan, akhirnya Ida menyerah dan bersedia untuk melanjutkan pernikahan. Pelaku pun siap menafkahi dan memberikan tempat tinggal.
"Dia pun akhirnya menyepakati bahwa akan memenuhi setiap kebutuhan saya dan membelikan saya rumah untuk ditinggali," tutur Ida.
Setelah tiga bulan menikah, Ida diberikan rumah di Pakuwon City, Taman Mutiara, Surabaya. Ia pun membuka usaha toko suku cadang mobil Eropa.
Namun beberapa bulan kemudian, seorang wanita bernama Emiliana mendatangi Ida dan mengaku sebagai istri suaminya.
Emiliana merampas mobil-mobil dan pakaian milik suaminya. Wanita tersebut rupanya merupakan orang suruhan Nardinata.
Setelah kejadian tersebut, Ida mengaku setiap bertemu pelaku ia kerap dipukuli. Tak hanya itu, wanita asal Surabaya itu pun mengalami kerugian materi yang besar.
Tidak tahan dengan kekerasan yang selalu dialaminya, Ida pun akhirnya memutuskan untuk mengakhiri pernikahannya dengan pelaku.
"Saya sangatt mengalami kerugian baik materil maupun imateril. Akhirnya saya menutuskan untuk menyudahi semua ini dan menuntut hak saya serta meminta keadilan atas penipuan yang dilakukan kepada saya," ungkap Ida.
![Ida Susanti [TikTok @susantinyoo]](https://media.suara.com/suara-partners/selebtek/thumbs/1200x675/2023/10/01/1-screenshot-2023-10-01-202321.png)
Ida melaporkan pelaku ke Polda Jawa Timur
Pada tahun 2002, Ida melaporkan pelaku ke Polda Jawa Timur karena selalu diteror dan diancam akan dibunuh.
Namun, pelaku justru melaporkan Ida kalau sertifikat rumah yang ditinggalinya hilang. Bahkan rumah yang dimaksud sudah dijual ke keponakannya.
Sejak saat itu laporan Ida tidak membuahkan hasil, meski pelaku sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) pada tahun 2007.
Hingga pada 8 Juli 2023, rumah Ida justru dieksekusi. Ia kecewa karena perjuangannya selama 21 tahun tidak menghasilkan apa-apa.
"Yang membuat saya merasa sedih, janggal, dan capek adalah mengapa perjuangan saya selama 21 tahun memperjuangan keadilan dengan mengikuti proses hukum, 9 tahun menunggu peninjauan kembali, namun tidak menghasilkan apa-apa. Sudah lebih dari 6 pengacara, uang serta energi yang saya habiskan," beber Ida.
Ida kecewa karena pelaku yang telah melakukan penipuan, pemalsuan dokumen, dan kekerasan seksual masih bebas berkeliaran. Ia menduga pelaku memiliki kekebalan hukum karena hubungan keluarganya dengan Jusuf Hamka.
"Apakah karena dia merupakan keluarga dari sosok konglomerat dan terkenal Jusuf Hamka? Sehingga ia sangat kuat dan susah diadili," kata Ida.
Meski demikian, Ida berharap keputusannya untuk mengungkap kasus ini di media soial akan membantunya untuk mendapatkan keadilan.(*)