SUARA SEMARANG - Motif awal penembakan istri TNI di Kota Semarang yakni pembegalan kembali dikembangkan oleh TNI dan Polri.
Kodam IV/Diponegoro dan Polda Jateng langsung terjunkan tim gabungan khusus untuk mengungkap motif sebenarnya serta pelaku penembakan istri TNI di Semarang.
Kapendam IV/Diponegoro Letkol Inf Bambang Hermanto mengatakan bahwa saat ini, Kodam IV/Diponegoro dengan Polda Jateng telah membentuk tim gabungan khusus.
"Tim gabungan khusus terdiri dari TNI-Polri dalam rangka penyelidikan kejadian penembakan tersebut," katanya, Selasa (19/7/2022).
Tim gabungan saat ini masih mengembangkan motif penembakan dari dugaan awal pembegalan.
Para saksi-saksi juga menjalani permintaan keterangan. Tim juga berusaha untuk segera mengungkap motif asli dari pelaku dan menangkapnya.
“Tentunya semua proses tahap tahap penyelidikan akan diinformasikan secara bertahap dan transparan sesuai perkembangan,” kata Kapendam.
Pihaknya menyampaikan kondisi korban penembakan istri TNI dalam keadaan sehat dan dirawat di rumah sakit Hermina Banyumanik Semarang.
“Saya sampaikan saat ini korban dalam kondisi sehat tetapi masih dirawat di RS. Hermina, Banyumanik. Untuk perkembangan penyelidikan sudah dilaksanakan olah TKP, saksi saksi masih dalam proses pemeriksaan dan tim terus mengumpulkan informasi yang dibutuhkan, katanya.
Baca Juga: Sinopsis Drama Adamas Tayang 27 Juli 2022, Lee Soo Kyung Bikin Ji Sung dan Seo Ji Hye Merana
Sebelumnya, kejadian penembakan istri anggota Yonarhanud 15/DBY oleh orang tidak dikenal yang terjadi di Perumahan Grand Cemara No 1 Jalan Cemara 3 RT.08 RW.03 Kelurahan Padangsari Kecamatan Banyumanik Semarang, sekira pukul 12.00, Senin (18/07/2022).
Di ketahui bahwa pelaku berjumlah 2 orang, namun berkat hasil koordinasi dan dikumpulkannya barang bukti.
Saat ini diketahui pelaku berjumlah 4 orang dengan mengendarai 2 kendaraan bermotor (Hijau dan Hitam) tanpa plat nomor.***