Rahasia Gurihnya Tembakau Temanggung, Ada Hitungan Jawa Tradisi Petik 12 Daun saat Panen Pertama

Semarang

Rabu, 10 Agustus 2022 | 17:31 WIB
Rahasia Gurihnya Tembakau Temanggung, Ada Hitungan Jawa Tradisi Petik 12 Daun saat Panen Pertama
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat prosesi tradisi penen tembakau petik 12 daun pertama di Temanggung. (Dok Semarang.suara.com)

SUARA SEMARANG - Inilah rahasia gurihnya tembakau Temanggung yang terkenal sebagai bahan bagi pabrikan rokok.

Tembakau Temanggung yang sebagian besar ada di dataran pegunungan Sindoro memiliki cita rasa khas.

Rahasianya tak hanya karena faktor geografis dengan ketinggian dataran perkebunan tembakau yang sejuk.

Kearifan lokal masyarakat Temanggung dalam merawat tembakau untuk menghasikan panen berkualitas juga turut diperhatikan.

Saat panen pertama tembakau adalah petik daun yang merupakan kualitas terbaik.

Seperti pada masyarakat Desa Giripurno, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, memiliki tradisi prosesi petik daun pertama yang dikenal dengan petik 12 daun pertama.

Ada makna filosofi arti dari tradisi petik 12 daun pertama saat panen tembakau bagi masyarakat Temanggung.

Angka 12 dihitung menurut penanggalan Jawa atau weton, seperti saat panen pertama tembakau pada Selasa (9/8/2022).

Dalam penanggalan Jawa, hari Selasa memiliki angka hitungan jumlah tiga. Bertepatan dengan Pahing, memiliki hitungan sembilan.

baca juga

"Selasa itu jumlahnya tiga, Pahing itu sembilan. Itu hitung-hitungannya maka jumlahnya 12," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Ganjar berkesempatan ikut panen petik pertama tembakau Gunung Sindoro Temanggung.

"Maka kepercayaan yang ada di masyarakat dijadikan simbol-simbol. Ada kan filosofi dari seluruh apa pun yang ada di desa," katanya.

Ganjar menjelaskan wiwitan tembakau merupakan tradisi di Kabupaten Temanggung. 

Tradisi ini dilaksanakan setiap tahun, tepatnya untuk mengawali masa panen tembakau.

Acara kali ini berlangsung meriah dibandingkan tahun lalu karena sebelumnya terhalang dengan pandemi.

"Tradisi ini selalu dilaksanakan tiap tahun. Selama pandemi tidak banyak yang bisa melaksanakan tetapi hari ini mereka bisa melaksanakan wiwit, jadi mulai awal panen. Tentu semua berdoa agar hasil panen tembakaunya bagus," jelasnya.

Menurut Ganjar ketika masa Penen tembakau sudah tiba, persoalan yang selalu menjadi pertanyaan adalah berapa harga yang dipatok oleh pabrikan selaku pembeli.

Maka dari itu Ganjar berpesan agar pabrik atau pembeli tembakau bisa memberikan harga bagus bagi petani.

"Biasanya yang menjadi problem adalah berapa harga yang akan bisa diberi oleh pabrikan. Maka sebenarnya kalau hari ini saya datang ke sini seperti pada tahun-tahun sebelumnya biasanya diikuti dengan pesan agar pabrikan bisa membeli harga yang bagus," katanya.

Selain itu, Ganjar juga meminta penyuluh pertanian untuk mendampingi para petani.

Pendampingan ini sebenarnya dilakukan sejak awal menanam sampai selesai panen.

Ia sendiri meyakini bahwa para petani tembakau sudah berpengalaman dalam menanam tembakau sehingga tahu bagaimana menjaga kualitas tembakau.

"Kalau kualitas bisa dijaga, harganya akan bagus. Nanti saya akan ketemu dengan para grader dengan pabrikan agar sama-sama membuat simbiosa mutualisme sehingga petaninya menanam hasilnya bagus, pabrikannya membeli, semua happy, semua senang. Ini perlu dirawat, komunikasi," kata Ganjar.

Waripto (56), salah seorang petani tembakau di Desa Giripurno mengatakan musim panen ini akan berlangsung bulan Agustus sampai September. 

Sejauh ini ia melihat tanaman tembakau tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya.

Oleh karena itu ia berharap agar harga yang diberikan pembeli bagus.

"Tanaman tahun ini lebih baik dibandingkan tahun lalu. Harapannya bisa laku mahal, kalau pesan Pak Ganjar tadi harganya stabil. (Kalau harga bagus) ya senang tapi yang penting agar tidak rugi itu saja," ujar anggota Kelompok Petani Tembakau Ngudi Rahayu Désa Giripurno itu.

Tembakau Temanggung banyak diminati oleh perusahaan besar siagaret nasional karena kualitasnya yang terjamin.

Banyak gudang-gudang tembakau milik perusahaan rokok kenamaan Nasional ada di Temanggung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hasil Survei: Elektabilitas Ganjar Pranowo Disalip Anies Baswedan

Hasil Survei: Elektabilitas Ganjar Pranowo Disalip Anies Baswedan

Semarang | Sabtu, 06 Agustus 2022 | 07:25 WIB

Penyebab Kebakaran RSJD Surakarta Masih Dicari, Ganjar Pranowo Minta Lokasi Steril

Penyebab Kebakaran RSJD Surakarta Masih Dicari, Ganjar Pranowo Minta Lokasi Steril

Semarang | Jum'at, 05 Agustus 2022 | 21:03 WIB

Elektabilitas Prabowo Tertinggi, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo Beda Tipis

Elektabilitas Prabowo Tertinggi, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo Beda Tipis

Semarang | Jum'at, 05 Agustus 2022 | 08:18 WIB

Hasil Tes Pasien Suspek Cacar Monyet di Jawa Tengah Negatif

Hasil Tes Pasien Suspek Cacar Monyet di Jawa Tengah Negatif

Semarang | Kamis, 04 Agustus 2022 | 18:04 WIB

1 Orang di Jateng Suspek Cacar Monyet, Ganjar Pranowo Minta Masyarakat Tidak Panik

1 Orang di Jateng Suspek Cacar Monyet, Ganjar Pranowo Minta Masyarakat Tidak Panik

Semarang | Rabu, 03 Agustus 2022 | 13:41 WIB

Terkini

Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi

Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 23:17 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah

Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah

Sumsel | Rabu, 15 Juli 2026 | 23:09 WIB

PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap

PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap

Sumsel | Rabu, 15 Juli 2026 | 22:57 WIB

KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi dan Bupati Tebo

KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi dan Bupati Tebo

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 22:41 WIB

Ahli Ekonomi UGM di Sidang PTUN: ART Indonesia-AS Bukan Sekadar Soal Tarif

Ahli Ekonomi UGM di Sidang PTUN: ART Indonesia-AS Bukan Sekadar Soal Tarif

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 22:32 WIB

Mega Korupsi Jampidsus Ganggu Ekonomi Nasional dan Kepercayaan Investor

Mega Korupsi Jampidsus Ganggu Ekonomi Nasional dan Kepercayaan Investor

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 22:18 WIB

Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC Buntut Kontroversi Penangguhan Kartu Merah Balogun

Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC Buntut Kontroversi Penangguhan Kartu Merah Balogun

Bola | Rabu, 15 Juli 2026 | 22:05 WIB

Bank Jambi Dibobol, Dana Rp144,82 Miliar Diduga Dicuci Lewat Kripto

Bank Jambi Dibobol, Dana Rp144,82 Miliar Diduga Dicuci Lewat Kripto

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 21:55 WIB

Warga Jakbar Siap-siap! Aliran Air PAM Mati 6 Hari Mulai 17 Juli, Ini Daftar Wilayahnya

Warga Jakbar Siap-siap! Aliran Air PAM Mati 6 Hari Mulai 17 Juli, Ini Daftar Wilayahnya

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 21:50 WIB

100 Hektare Hutan Mangrove di Rokan Hilir Dirusak, Disulap Jadi Lahan Perkebunan

100 Hektare Hutan Mangrove di Rokan Hilir Dirusak, Disulap Jadi Lahan Perkebunan

Riau | Rabu, 15 Juli 2026 | 21:35 WIB

×