Melansir laman heritage KAI, Lawang Sewu adalah gedung bersejarah milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang awalnya digunakan sebagai Kantor Pusat perusahaan kereta api swasta Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM).
Gedung Lawang Sewu dibangun secara bertahap di atas lahan seluas 18.232 m2. Bangunan utama dimulai pada 27 Februari 1904 dan selesai pada Juli 1907. Sedangkan bangunan tambahan dibangun sekitar tahun 1916 dan selesai tahun 1918.
Kalian bisa berkeliling pada tiga gedung utama yang semuanya penuh dengan ribuan pintu (lawang sewu). Lorong-lorong yang cantik nan sejuk bakal bikin betah lama di sini.
3. Klenteng Sam Poo Kong
![Nita Gunawan di Klenteng Sam Poo Kong [Instagram @nitagunawan09]](https://media.suara.com/suara-partners/semarang/thumbs/1200x675/2022/09/03/1-img-20220903-221614.jpg)
Rupanya Nita Gunawan juga senang berkunjung ke Klenteng Sam Poo Kong. Ada pose foto dia di kelenteng bersejarah cikal bakal Islam masuk Kota Semarang ini.
Klenteng Sam Poo Kong dibangun oleh seorang pelaut dan jenderal tentara Tionghoa yakni Laksmana Cheng Ho. Saat itu dia sedang melaksanakan misi ekspansi dan penyebaran agama Islam.
Melansir laman Sam Poo Kong, Laksamana Zheng He (Cheng Ho) terlahir dengan nama Ma San Bao. Itulah mengapa klenteng / tempat petilasan untuk Zheng He menggunakan nama Sam Poo Kong.
Dalam dialek Hokkian, Sam Poo Kong atau San Bao Dong (Mandarin) artinya adalah gua San Bao. Asal muasal Klenteng Agung Sam Poo Kong adalah ketika armada Zheng He merapat di pantai Simongan – Semarang karena juru mudinya, Wang Jing Hong sakit keras.
Sebuah gua batu dijadikan tempat beristirahat Zheng He dan mengobati Wang Jing Hong. Sementara juru mudinya menyembuhkan diri, Zheng He melanjutkan pelayaran ke Timur untuk menuntaskan misi perdamaian dan perdagangan keramik serta rempah-rempah.
Selama di Simongan, Wang memimpin anak buahnya menggarap lahan, membangun rumah dan bergaul dengan penduduk setempat.
Lingkungan sekitar gua jadi berkembang dan makmur karena aktivitas dagang maupun pertanian. Demi menghormati pimpinannya, Wang mendirikan patung Zheng He di gua batu tersebut untuk dihormati dan dikenang masyarakat sekitar. Inilah asal muasal dibangunnya Klenteng Sam Poo Kong di Semarang.
Wang meninggal pada usia 87 tahun dan dimakamkan di sekitar situ. Sejak itu masyarakat menyebutnya sebagai Makam Kyai Juru Mudi. Ketika gua batu runtuh akibat longsor, masyarakat membangun gua buatan yang letaknya bersebelahan dengan Makam Kyai Juru Mudi.
Demikian tiga tempat wisata sejarah yang ada di Kota Semarang bisa kalian sambangi. Jangan kalah dengan Nita Gunawan, kalian wajib foto-foto dan unggah di media sosial karena Instagramable banget.