SUARA SEMARANG – Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) Astra pertemukan pelaku usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) bernama Dewoz Art dengan PT Pamapersada Nusantara untuk suplai alat sekolah.
Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pamapersada Nusantara untuk mendukung Pendidikan di Indonesia melalui pengadaan alat sekolah berupa meja dan kursi, berkolabarasi dengan YDBA Astra melibatkan UMKM manufaktur binaan, yaitu Dewoz Art.
Sebelumnya pada Agustus lalu, Pama mempercayakan YDBA dalam pengadaan 20 set meja dan kursi yang didistribusikan ke SDN 4 Cileungsi yang merupakan Sekolah Adiwiyata Pama di Kabupaten Bogor.
Kali ini, Pama mempercayakan kembali YDBA dengan memesan 40 set alat sekolah yang diproduksi langsung oleh UMKM binaan YDBA dan akan didistribusikan ke sekolah yang sama.
Penyerahan produk UMKM diserahkan langsung oleh Pemilik Dewoz Art, Bayu Agusworo kepada Dept.
Head CSR Pama, Maidi Irvan disaksikan oleh Ketua Pengurus YDBA, Sigit P. Kumala serta Dept. Head Security External Relations Pama, Gunawan Setiadi di Dewoz Art, Tarikolot Bogor.
Dalam momen penyerahan tersebut, Sigit P. Kumala berharap semangat Pama dalam mendukung pendidikan di Indonesia ini dapat terus berdampak positif kepada UMKM Indonesia melalui pengadaan produk UMKM. Sigit juga berharap apa yang dilakukan oleh Pama dapat pula dilakukan oleh perusahaan lain di Indonesia. Sigit menambahkan, semoga kesempatan yang diberikan Pama kepada UMKM, khususnya Dewoz Art dapat dimanfaatkan oleh UMKM sebaik mungkin dengan menghasilkan produk yang sesuai dengan standar QCD (quality, cost dan delivery).
Sedangkan Maidi Irvan dalam penyerahan alat sekolah tersebut menyampaikan, bahwa produk yang dihasilkan UMKM binaan YDBA sesuai dengan standar yang dibutuhkan oleh Pama. Maidi sangat mengapresiasi produk buatan UMKM tersebut. Maidi berharap, semoga ke depan Pama akan terus mendukung dan berkontribusi kepada UMKM melalui pengadaan produk yang dibutuhkan.
Sekilas Tentang Dewoz Art
Dewoz Art merupakan UMKM binaan YDBA yang memulai usaha sejak tahun 2008. Awalnya usaha yang dipimpin oleh Bayu Agusworo ini fokus dalam pembuatan produk handicraft di industri kayu.
Seiring berjalannya waktu dan menyesuaikan dengan kebutuhan pasar dan tren, saat ini Dewoz Art memfokuskan usahanya pada material kombinasi kayu dan besi.
Selalu belajar dan mengikuti perkembangan zaman, membuat Dewoz Art yang sempat jatuh di saat pandemi, bisa bertahan hingga saat ini. Di masa pandemi, Dewoz Art melakukan berbagai inovasi, baik dalam menghasilkan produk baru hingga mengoptimlkan pasar online.
Bagi Bayu, inovasi, mau berubah, memiliki keyakinan dalam berbisnis dan pantang mundur merupakan jurus jitu yang Bayu lakukan dalam menjalankan usahanya. Dan terbukti, produk baru hasil inovasi yang ia pasarkan, seperti rak sepatu, tempat bumbu dan produk rumah tangga lainnya dengan produk kombinasi kayu dan besi sukses laris di pasar online.
Tentu, semua yang Bayu lakukan didukung oleh berbagai partner, salah satunya YDBA yang memberikan banyak kompetensi yang mendukung perkembangan usahanya. Bayu mengikuti berbagai program pembinaan yang diselenggarakan YDBA, seperti pelatihan Digital Marketing, Manajemen Keuangan, 5R (Rapi, Ringkas, Resik, Rawat, Rajin) dan lainnya. Melalui YDBA, Bayu juga mendapatkan kesempatan untuk memasarkan produknya di salah satu merchant di marketplace Indonesia juga ke PT Pamapersada Nusantara dengan memasok produk alat sekolah berupa meja dan kursi.
Melalui program pemasaran tersebut, Bayu juga dipercaya oleh berbagai pihak dalam penyediaan produk yang sama. “Setelah mengerjakan produk meja dan kursi untuk Pama, ada pihak luar tertarik hingga akhirnya saya mendapatkan order dari pihak tersebut untuk mengerjakan produk yang sama,” ujar Bayu.