semarang

Bingung Ucapkan Selamat Natal Lewat Whatsapp Bagi Muslim Boleh Atau Tidak? Ini Jawaban 4 Ustadz

Semarang Suara.Com
Sabtu, 24 Desember 2022 | 10:57 WIB
Bingung Ucapkan Selamat Natal Lewat Whatsapp Bagi Muslim Boleh Atau Tidak? Ini Jawaban 4 Ustadz
polemik ucapan selamat natal. (pixabay/Sabine Kroschel)

SUARA SEMARANG - Berikut ini penjelasan 4 ustadz berpengaruh perihal hukum ucapkan selamat natal apakah boleh atau tidak. Baik itu ucapan di whatsapp atau secara langsung.

Polemik apakah boleh mengucapkan selamat natal atau tidak acap kali terjadi jelang tanggal 25 desember. Bagi kamu yang masih ragu-ragu, silakan simak penjelasan para ustadz ini.

Agar jelang tanggal 25 desember ini tidak salah langkah, apakah akan mengucapkan selamat natal atau lebih baik tak mengucapkannya.

Yang pertama adalah jawaban dari Ustadz Abdul Somad. Menurutnya, dengan mengucapkan selamat natal maka sudah mengakui 3 hal.

Yakni mengakui isa anak tuhan, mengakui Isa lahir tanggal 25 Desember dan isa mati di palang salib.

"ketiga-tiganya dibantah oleh Al Quran. Isa anak tuhan dibantah dengan kafirlah yang mengatakan Isa anak tuhan," kata Ustadz Abdul Somad di channel youtube TrendQuran.

Soal isa lahir di 25 Desember juga terbantahkan. Menurutnya, ketika Maryam melahirkan Isa maka tak ada makanan. Allah memerintahkan untuk menggoncangkan pangkal pohon kurma. Gugur buah kurma yang mengkal. Buah kurma yang mengkal ada di musim panas bulan Juli atau Agustus.

Saat itu dijelaskan kambing-kambing sedang digembalakan di padang rumput. Sementara di Bulan Desember, rumput tertutup oleh salju.

Kedua dari Ustadz Adi Hidayat. Hukum ucapkan selamat natal pada agama lain di luar keyakinan dan keimanan muslim maka tidak diperkenankan. ia menyebut haram hukumnya.

Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung Dewa United vs Persebaya dan Persikabo vs Persib di Indosiar Hari Ini

Dalam ucapan selamat itu ada unsur pengakuan jika ada din (agama) selain islam. Itu adalah wilayah keyakinan iman umat Islam.

Kemudian yang ketiga dari Buya Yahya. Ia menekankan toleransi tak dikenal dalam Islam. Yang ada adalah kewajiban. Misal tetangga kita ada yang nasrani dan sakit kita wajib bantu beri obat-obatan. Tetangga lapar tak punya makanan, wajib beri makanan.

"Toleransi itu jangan paksa orang lain ikut kamu. Paksa orang minoritas saja ga boleh. Apalagi paksa yang mayoritas," kata Buya Yahya.

Keempat dari Ustadz Khalid Basalamah. Secara pribadi ia menjawab tak boleh.

Ia mengilustrasikan saat seorang muslim di eropa bertemu dengan orang nasrani. Si Nasrani datang dan bertanya, mengapa kamu tak ucapkan selamat natal pada saya? bukanhakah itu kata2 saja sebagaimana sy ucapkan selamat idul fitri.

Kata Si Muslim, kenapa kamu tak syahadat? SI nasrani menjawab tidak mungkin. Karena itu sama saja keluar dari agamanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI