Teks Membaca Cerpen Berjudul "Anak Gadis Bermata Sendu" Karya Abira Husbanova, Lomba Literasi Tingkat SD Tahun 2023

Semarang

Selasa, 24 Januari 2023 | 13:42 WIB
Teks Membaca Cerpen Berjudul "Anak Gadis Bermata Sendu" Karya Abira Husbanova, Lomba Literasi Tingkat SD Tahun 2023
contoh teks membaca cerpen lomba literasi tingkat SD tahun 2023 berjudul Anak Gadis Bermata Sendu karya Abira Husbanova. (Pixabay)

SEMARANG SUARA- Berikut ini adalah contoh teks membaca cerpen lomba literasi tingkat SD tahun 2023 berjudul Anak Gadis Bermata Sendu karya Abira Husbanova.

Contoh teks membaca cerpen lomba literasi tingkat SD tahun 2023 berjudul Anak Gadis Bermata Sendu karya Abira Husbanova yang ada pada artikel ini hanya sebagai referensi untuk latihan menghadapi perlombaan.

Berikut kami sajikan contoh teks membaca cerpen lomba literasi tingkat SD tahun 2023 berjudul Anak Gadis Bermata Sendu karya Abira Husbanova.

ANAK GADIS BERMATA SENDU
(Oleh: Abira Husbanova)

“Mama, siapa anak itu?” tanyaku pada Mama.
“O…Dia tetangga baru kita, Mira.” jawab Mama.
Aku berteriak girang, akhirnya aku punya teman baru yang bisa kuajakbermain
setiap saat. Ah, aku tadi lupa bertanya ke Mama siapa namanya. Tapi, sepertinya ada
yang aneh dengan anak itu.
Setelah sarapan, aku menghampiri Mama.
“Ma, aku berangkat sekolah dulu ya.” Pamitku, lalu mencium punggungtangan
Mama.
Hari ini aku sangat senang, karena ada pelajaran matematika yang
mengasyikkan dan menyenangkan, karena aku bisa bermain dengan angka-angka.
“Selamat pagi anak-anak.” salam Bu Guru sambil tersenyum.
“Anak-anak, hari ini kalian punya teman baru. Ayo masuk Kiki, tidak usah malumalu.” kata Bu Guru.
Teman baru? Aku penasaran siapa teman baruku itu. Oh, ternyata dia tetangga
baruku. Dan bila kuperhatikan, memang ada yang aneh dengan Kiki. Selainmatanya
sendu dan terlihat lelah, dia juga membawa kantung hitam di tangannya.
“Kiki, kamu duduk dengan Mira ya,” kata Bu Guru.
Aku kaget saat Bu Guru menyuruh Kiki duduk denganku. Tak apalah karena
memang hanya aku yang duduk sendirian di kelas.
“Kenalkan, namaku Mira,” aku mengajaknya berkenalan.
“Oh, aku Kiki.” Jawab Kiki singkat.
Hanya sebatas itulah perkenalan kami. Namun itulah yang menambah
penasaranku pada Kiki. Terlebih rambut yang terurai panjang dan baju terkesan
kurang rapi, menambah kesan dingin sikap Kiki. Selama pelajaranpun, Kiki tidak
banyak bicara. Dia hanya memperhatikan penjelasan Bu Guru sambil sesekali tanya
kepadaku bila menemukan kesulitan. Bahkan saat istirahat, dia tidak jajan. Hanya
saja, di awal istirahat, dia terlihat membawa kantung hitam itu ke kantin. Anak yang
aneh! Gumamku dalam hati.
“Ma, aku pulang!”
“E … Mira sudah pulang, bagaimana tadi di sekolah?” tanya Mama.
Aku lalu menceritakan kejadian di sekolah. Aku juga cerita ke Mama kalau anak
tetangga baru itu sekolahnya sama denganku. Bahkan satu kelas dan satu bangku
lagi. Mama tersenyum, melihat aku bercerita. Namun, sengaja aku tidak menceritakan
keanehan Kiki pada Mama.
Setelah makan siang dan istirahat sebentar, aku pamit Mama mau main ke
rumah teman. Tetapi, sebenarnya aku ingin tahu mengapa teman baruku matanya
selalu sendu. Akupun diam-diam ke rumah Kiki memutar lewat halaman belakang.
Tetapi, saat Aku mengendap-endap, tiba-tiba ada suara memanggilku.
“Nak, kamu sedang apa?” tanya ibu yang terlihat agak tua sambil membawa
karung besar.
“Ti..ti…tidak apa-apa Bu, aku hanya ingin lewat memutar.” jawabku sekenanya
karena ketakutan.
“Ibu bicara dengan siapa?”
Terdengar suara Kiki dari dalam rumah. Aku hanya bisa diam sambil menahan
malu, untuk apa aku mengendap-endap seperti pencuri. Toh, kalau memang mau tahu
mengapa mata Kiki selalu sendu, aku kan bisa bertamu dan bermain bersamanya
dengan cara sopan lewat halaman depan.
“Hei, Mira kan! Kamu mau kemana, ayo masuk.” ajak Kiki kepadaku.
“Ini Mira teman baruku Bu. Dia juga teman sekelasku di sekolah. Kebetulan
rumahnya ada di dekat sini.”
“O … jadi Nak Mira sahabatnya Kiki, ya. Kiki ajak temanmu masuk.” kata Ibunya
Kiki sambil tersenyum.
Kiki lalu mengajakku masuk ke rumahnya.
Setelah di dalam rumah, aku heran di rumah Kiki banyak sekali kantung besar
dan adonan seperti bahan untuk membuat kue.
“Ini semua untuk apa Ki?” tanyaku.
“O…tepung dan adonan itu untuk membuat kue cucur Mira. Ibuku setiap hari
membuat kue cucur untuk dijual ke langganan Ibu di kantor-kantor pemerintah dan
kantin sekolah” jawab Kiki.
“Lalu yang membantu ibumu siapa? Apa tidak repot sendirian?” tanyaku pada
Kiki.
“Tidak ada, hanya ibu dan aku yang membuat. Makanya aku jarang bermain
dengan teman-teman. Paling yang agak repot bila ada pesanan banyak. Sehingga
kadang sampai larut malam baru selesai.” jawab Kiki terlihat agak sedih, sehingga
menambah sendu di matanya saja.
Dalam hati aku merasa iba dan kagum dengan ketegaran Kiki membantu
membuat kue untuk biaya hidup sehari-hari. Di sisi lain aku malu, mengapa aku
berpikir aneh-aneh tentang Kiki.
“Ki, boleh tidak aku besok main lagi ke rumahmu! Sehingga kamu tetap bisa
membantu Ibumu membuat kue cucur dan tidak merasa sendirian lagi.” pintaku
semangat.
“Kita juga bisa belajar bersama, dan Aku juga bisa belajar cara membuat kue
cucur he he he”. lanjutku.
“Serius Mira!” tanya Kiki semangat, diikuti berkurangnya kesan sendu di mata
Kiki.
Akupun mengangguk semangat. Ibunya Kiki tersenyum melihat polah kami.
Setelah bermain dengan Kiki dan melihat Ibunya Kiki membuat kue cucur, akupun
pamit pulang. Yang lebih istimewa aku juga diberi oleh-oleh kue cucur buatan Kiki.
Akhirnya terjawab sudah rasa penasaranku. Ternyata wajah sendu Kiki karena
dia terlalu lelah membantu ibunya sehingga kurang istirahat dan jarang bermain
dengan teman. Lalu, kantung hitam itu, ternyata buntalan kain untuk membawa kue
cucur yang akan dititipkan di kantin sekolah.
Dan, kue cucur buatan Kiki ternyata enak sekali! Mau coba? He…he … he.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cerpen "Bekal Jaka" Karya Rustantiningsih, Naskah Teks Lomba Literasi Cabang Membaca Cerpen Tingkat SD Tahun 2023

Cerpen "Bekal Jaka" Karya Rustantiningsih, Naskah Teks Lomba Literasi Cabang Membaca Cerpen Tingkat SD Tahun 2023

Semarang | Selasa, 24 Januari 2023 | 13:19 WIB

Contoh Teks Membaca Cerpen Berjudul Perjalanan Sebuah Kado karya Yonna Aparacitta, Lomba Literasi Tingkat SD Tahun 2023

Contoh Teks Membaca Cerpen Berjudul Perjalanan Sebuah Kado karya Yonna Aparacitta, Lomba Literasi Tingkat SD Tahun 2023

Semarang | Selasa, 24 Januari 2023 | 13:07 WIB

COntoh Teks Puisi Berjudul "Kami Pewaris Negeri Ini" Karya Paundra, Lomba Literasi Cabang Baca Puisi Tingkat SD Tahun 2023

COntoh Teks Puisi Berjudul "Kami Pewaris Negeri Ini" Karya Paundra, Lomba Literasi Cabang Baca Puisi Tingkat SD Tahun 2023

Semarang | Senin, 23 Januari 2023 | 13:37 WIB

Terkini

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

×