semarang

Koreksi Biaya Haji, Yudi Indras Minta BPKH-Kemenag Efisien

Semarang Suara.Com
Senin, 13 Februari 2023 | 08:25 WIB
Koreksi Biaya Haji, Yudi Indras Minta BPKH-Kemenag Efisien
Anggota Komisi E DPRD Jateng Yudi Indras Wiendarto. ((DPRD Jateng))

SEMARANG - Anggota Komisi E DPRD Jateng Yudi Indras Wiendarto meminta Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Kementerian Agama tidak asal-asalan menaikkan biaya haji. Mentang-mentang haji adalah syariat, umat Islam ditarik dengan harga yang terlalu tinggi dan membiayai hal-hal atau kegiatan dengan tidak efisien.

Anggota Komisi E DPRD Jateng ini mengkorelasikan ibadah haji ini dengan kondisi pandemi Covid-19. Tak hanya itu, cukup banyak jamaah haji yang menyatakan diri siap berangkat namun dengan dana pas-pasan.

"Jangan lupa, masyarakat sedang berjuang usai pandemi. Angka kemiskinan Jateng juga masih tinggi. Ibadah haji itu harus didorong, namun jangan memanfaatkan kesempatan  ini untuk mengeruk uang rakyat dengan hal-hal yang tidak perlu serta tak efisien," kata Yudi Indras Wiendarto, Senin 13 Februari 2023.

Dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VII dengan Kemenag, disebutkan harga kasur tempat tidur jamaah haji naik 6 kali lipat pada tahun lalu, padahal dari segi kualitas tak beda jauh. Hanya beda ukuran. Kebijakan "bisnis" pemerintah Atab Saudi juga harus diantisipasi.

Terlebih lagi soal gelang haji yang harganya dinilai tak masuk akal kelipatanya jika dibandingkan harga asli. Sehingga vendor barang tersebut jadi sorotan.

Yudi mengatakan, Kemenag dan BPIH harus benar-benar efisien dalam pelaksanaan ibadah haji. Maka diketahui kegiatan yang wajib dan mana yang bukan.

Dengan dipilah-pilah maka, akan diketahui besaran anggaran yang wajib dikeluarkan jamaah haji dan dana yang sebenarnya tidak diperlukan untuk syarat wajib ibadah haji.

Yudi Indras mengingatkan jika saat ini jumlah penduduk miskin di Jateng masih cukup tinggi. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat jumlah penduduk miskin Jateng  per September 2022 mengalami kenaikan menjadi 3,86 juta jiwa. Mengalami kenaikan sebesar 26,79 ribu orang di banding Maret 2022.

Sebagai informasi, setelah terjadi pengurangan kuota jamaah haji saat pandemi, kuota  jamaah Jawa Tengah pada 2023 kembali normal yaki berjumlah 29.008 orang.

Baca Juga: NU Mau Perbaiki Rumput Stadion Gelora Delta Sidoarjo? Ini Biaya Perawatan Per Bulan Pemkab

"Kemenag harus melihat kondisi masyarakat. Ibadah haji ini wajib, tapi jangan memanfaatkan momen ini untuk menarik biaya yang seharusnya tidak perlu," tandas Yudi Indras.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI