SUARA SEMARANG - Pembunuhan di Banjarnegara membuat heboh karena memakan banyak korban jiwa.
Pelaku pembunuhan berinisial TH mengaku sebagai dukun yang bisa menggandakan uang.
Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto menjelaskan modus pelaku membunuh korban karena kesal kerap ditagih hasil penggandaan uang.
Pelaku yang mengaku sebagai dukun penganda uang memberikan minuman yang isinya potas kepada korban.
"Jadi korban sering menagih hasil penggandaan uangnya. Tersangka yang kesal kemudian memberikan minuman isinya potas kepada korban," terangnya, dikutip dari PMJ News, Senin (3/4/2023).
Terungkapnya kasus tersebut berkat adanya laporan kehilangan orang yang merupakan warga Sukabumi.
Saat tiba di lokasi, korban berinisial PO sempat mengirimkan pesan WhatsApp terhadap anaknya.
Dalam pesan tersebut disampaikan bahwa dia meminta anaknya datang bersama aparat jika dalam beberapa hari tidak ada kabar tentangnya lagi.
"Ini di rumahnya Pak Slamet. Buat jaga-jaga kalau umur ayah pendek, misal ayah tidak ada kabar sampai Minggu, langsung saja ke lokasi bersama aparat," tulis pesan WhatsApp tersebut.
Keluarga korban kemudian melaporkan ke Polres Banjarnegara pada Senin 27 Maret 2023 karena memang tidak ada lagi kabar tentang korban.
Mendapat laporan, polisi langsung melakukan penyelidikan dengan menyusuri lokasi Slamet.
"Hasil penyelidikan bahwa PO dibunuh Slamet dan dikubur di Jalan setapak menuju ke hutan di Wanayasa," jelasnya.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iqbal Alqudusy menerangkan pihaknya menerjunkan tim DVI untuk penyelidikan dengan mengidentifikasi korban.
"10 jenazah masih penyelidikan, malam ini akan diidentifikasi tim DVI Polda Jateng. Bagi keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya, silakan laporan ke Polres Banjarnegara atau kantor kepolisian terdekat. Nanti akan dibantu untuk proses identifikasi," tutupnya.