Sementara komentar lebih bijak disampaikan oleh akun @ServinaSagala, “Bersaing/bertarunglah secara sehat saudaraku,apa ngga takut sama Tuhan. Editanmu juga kelihatan banget, kau ambil dari manalah itu kepala pak Ganjar. Ingat saudaraku hukum karma masih ada.”
Dari sekian banyak komentar, sebagaimana dilontarkan oleh akun @ServinaSagala, sebagian besar netizen menganggap bahwa foto itu merupakan editan.
Di sisi lain, sampai sekarang belum ada tanggapan apapun dari Ganjar sebagai pihak yang diserang.
Jika dilihat dari postingan akun media sosial personalnya, Ganjar Pranowo memilih seprti kebiasaannya mengunggah hasil kerjanya mulai dari pembangunan pemukiman sampai yang terbaru tentang kinerjanya di bidang pendidikan.
Bahkan pada Selasa (2/5) pagi Ganjar sedang melakukan siaran livestreaming pelaksanaan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional di halaman kantornya di Jalan Pahlawan, Kota Semarang.
Namun beberapa waktu usai lari pagi di Gelora Bung Karno Jakarta, Ganjar Pranowo menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk menjaga kondusivitas pemilu 2024.
Menurut Ganjar, semua calon yang akan bertarung pastinya punya gagasan dan ide masing-masing.
"Ingat, di antara kita semua adalah teman. Tidak perlu disama-samakan, tapi dipersatukan. Jadi saya titip betul mulai hari ini, mari kita jaga perilaku kita baik-baik. Jangan sakiti orang lain, jangan bully orang lain. Kita salurkan energi yang positif. Setuju!" kata Ganjar.
Kesimpulan:
Baca Juga: Airlangga Merapat ke Demokrat, Sinyal KIB Bubar Sebab PPP Dukung Ganjar Capres?
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa informasi Ganjar Pranowo cium dan peluk Maria Ozawa merupakan berita palsu atau hoaks.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].***