SUARA SEMARANG – Muhammad Fajri, seorang pria penderita obesitas dengan bobot 300 kg meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan selama 14 hari di Rumah sakit Cipto Mangunkusumo.
Akibat obesitas, Fajri disebut mengalami masalah pada paru – paru, jantung serta pencernaan.
Pria berusia 26 tahun asal tangerang itu meninggal dunia pada kamis (22/6/2023) dini hari pada pukul 01.25 wib.
Dilansir dari berbagai sumber, obesitas adalah kondisi medis yang ditandai dengan penumpukan lemak tubuh yang berlebihan.
Kondisi ini tidak hanya mempengaruhi penampilan fisik seseorang, tetapi juga dapat memiliki konsekuensi serius terhadap kesehatan.
Orang dengan obesitas memang memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan penyakit jantung koroner, serangan jantung, dan gagal jantung.
Lemak berlebih dalam tubuh dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri dan meningkatkan tekanan darah, yang merupakan faktor risiko utama penyakit jantung.
Obesitas juga dapat menyebabkan gangguan pernapasan seperti sleep apnea, di mana penderita mengalami gangguan pernapasan saat tidur.
Lemak yang menumpuk di sekitar dada dan leher dapat menyempitkan saluran pernapasan, menyebabkan gangguan dalam pola tidur dan penurunan kadar oksigen dalam darah.
Baca Juga: Bukan Tunggu Kepgub Heru Budi, Pemprov DKI Janji Naikkan Gaji PJLP Setelah APBD Perubahan Dibahas
Obesitas juga dapat berdampak pada kesehatan mental dan emosional seseorang.
Banyak orang yang mengalami obesitas mengalami depresi, rendah diri, dan mengalami diskriminasi sosial, yang dapat memengaruhi kualitas hidup mereka secara keseluruhan.
Pencegahan dan pengelolaan obesitas sangat penting untuk mengurangi risiko terhadap bahaya kesehatan yang disebutkan di atas. Mengadopsi pola makan sehat, berolahraga secara teratur, membatasi konsumsi makanan tinggi lemak dan gula, serta mempertahankan berat badan yang sehat dapat membantu mengurangi risiko obesitas dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.