SUARA SEMARANG - Bagi penyuka game online pasti kenal dengan streamer pemilik akun TikTok @winartasandy atau biasa disebut Sandy Winarta.
Sebagai streamer game online, Ko Sandy, panggilan akrabnya, punya cerita panjang hingga punya follower 3,5 juta pada akun TikTok dia.
Semua bermula dari masa pandemi yang terjadi pada 2020, dimana semua aktivitas terjadi pembatasan. Termasuk mengubah pola kebiasaan menjadi segalanya online.
Sebagai penggemar game online mobile, aktivitas dia selama pandemi pun akhirnya hanya bermain game saja.
Hingga suatu waktu, Sandy Winarta mencoba untuk membuat konten TikTok. Saat itu memang lagi mulai booming para streamer game online mobile.
Siapa sangka, kini dari kebiasaan mengunggah konten streamer game online mobile di TikTok telah mendatang cuan.
Bukan kaleng-kaleng, puluhan juta dia hasilkan tiap bulannya efek dari konten streamer game online yang dia unggah di platform media sosial seperti TikTok dan YouTube dia.
Padahal, awalnya mendapat banyak penolakan, terutama ditentang sang istri yang menilai sia-sia buang waktu. Berikut cerita Sandy Winarta yang bisa menginspirasi para penyuka game online mobile untuk jadi profesi streamer yang produktif.
Perjalanan Sandy berawal dari hobinya bermain game mobile di smartphone saat masih pandemi. Aktivitas itu selalu ia lakukan setiap hari, karena kebetulan pemerintah saat itu memberlakukan social distancing.
"Saat pandemi media sosial Tiktok lagi rame-ramenya. Saya jadi iseng ikut-ikutan tapi kontennya game online. Berawal dari iseng itu, eh kok responnya positif banyak disukai penonton," kata pria usia 29 tahun ini.
Ko Sandy, mengaku saat pertama kali membuat konten hanya berupa game play PUBG Mobile. Tanpa diberi suara atau menampakkan wajah, karena sejatinya ia pemalu.
"Saya tipikal orang yang introvert. 100 konten pertama hanya berisi game play saja. Tapi lama-lama semakin percaya diri hingga akhirnya bisa seperti sekarang ini," jelas Sandy.
Tak hanya PUBG Mobile, Sandy juga memainkan game online lainnya seperti Mobile Legends, Free Fire, Valorant, dan lainnya.
Ia juga beberapa kali membuat konten aktivitas sehari-hari bersama anak istri. Sean, sang anak kerap jadi partner mengonten streamer game online.
"Memang lebih banyak konten tentang game online. Tapi sesekali saya sisipi konten bersama anak istri juga," katanya.
Selama menjadi streamer game online, Sandy mengaku sempat mendapatkan penolakan dari istri. Sebab apa yang dilakukannya pada saat itu dianggap hanya membuang waktu saja.
"Waktu itu kebetulan kami ada bisnis minimarket yang harus diurus. Istri sempat tidak suka saya sering bikin konten game di Tiktok. Dia mengira saya hanya buang-buang waktu saja. Tapi tetap saya beri pengertian bahwa ini bisa menghasilkan uang dan akhirnya bisa saya buktikan," ucapnya.
Sandy mengakui bahwa di satu tahun pertama tidak mendapatkan apapun dari Tiktok. Pasalnya saat itu pengikut Tiktoknya masih sedikit.
"Sekarang sudah 3,5 juta followers. Puji Tuhan sudah menghasilkan uang juga dari Tiktok. Jadi sekarang bikin konten sudah bukan hobi lagi. Tapi sudah jadi profesi bagi saya," paparnya.
Pria yang tinggal di pedalaman Kalimantan Barat ini juga mengalami beberapa tantangan selama menjadi konten kreator. Salah satunya konsisten dalam membuat konten.
"Paling berat itu konsisten. Karena saya minimal harus membuat satu hingga tiga konten tiap hari. Kontennya juga harus menarik untuk menggugah interaksi dengan penonton," tuturnya.
Selain Tiktok, Sandy juga memiliki konten-konten yang diunggah di Youtube Winaratsandy dan Instagram Winartasandy.
Ia berharap apa yang dilakukannya saat ini bisa menginspirasi banyak orang. Terutama anak-anak muda yang selalu mengeluh sulit mencari pekerjaan, padahal banyak potensi digital yang bisa digarap.
"Punya Tiktok sebaiknya dimanfaatkan untuk membuat konten kreatif. Bisa dengan ikuti trend yang sedang berkembang saat ini. Yang terpenting harus konsisten. Usaha tidak mengkhianati hasil," tegasnya.
Sandy menegaskan, sebagai konten kreator baru jangan berpikir untuk mendapatkan uang. Berpikirlah bagaimana cara menghibur penonton dari konten yang sudah dibuat.
"Pikirkan cara supaya penonton terhibur dulu. Buat inovasi-inovasi yang baru dan jangan monoton. Ketika penonton sudah suka dengan karya kita, uang nanti akan datang sendiri," katanya.***