4 KM dari Kecelakaan Maut Kereta Api vs Truk Madukoro Semarang, Ada Lokasi Petilasan Sakral Malam 1 Suro, Presiden Soeharto Yang Pertama Ritual

Semarang Suara.Com
Selasa, 18 Juli 2023 | 22:49 WIB
4 KM dari Kecelakaan Maut Kereta Api vs Truk Madukoro Semarang, Ada Lokasi Petilasan Sakral Malam 1 Suro, Presiden Soeharto Yang Pertama Ritual
4 KM dari Kecelakaan Maut Kereta Api vs Truk Madukoro Semarang, Ada Lokasi Petilasan Sakral Malam 1 Suro, Presiden Soeharto Yang Pertama Ritual. (Dok Instagram @semarangpemkot)

SUARA SEMARANG - Sebagai informasi jika lokasi kecelakaan maut yang melibatkan kereta api dan truk hingga meledak dan terbakar terdapat tempat sakral ritual malam 1 Suro di Kota Semarang.

Lokasi kecelakaan ada di perlintasan rel Madukora Kota Semarang, berseberangan dengan aliran Sungai Banjir Kanal Barat (BKB).

Sungai Banjir Kanal Barat merupkan sungai buatan yang sangat besar, gabungan dua aliran sungai yakni Sungai Ungaran dan Sungai Kreo atau Kali Garang.

Jarak sekitar 4 KM dari lokasi kecelakaan maut tersebut, bertemulah muara sungai antara Sungai Ungaran dan Kali Garang.

Dari lokasi muara sungai itu pula lah terdapat tempat sakral untuk ritual saat malam 1 Suro tiba setiap tahunnya.

Masyarakat Kota Semarang dan sekitarnya akan datang ramai-ramai setiap malam 1 Suro untuk melakukan ritual yang dinamai kungkum (berendam).

Lokasi ritual malam 1 Suro tersebut dinamai Tugu Soeharto, sesuai namanya sebab terinspirasi oleh Presiden Soeharto.

Konon cerita awalnya, Presiden Soeharto saat aktif sebagai tentara dan berjuang perang melawan Belanda terselamatkan oleh aliran muara sungai tersebut.

Presiden Soeharto kala itu yang masih berpangkat Letnan Kolonel terjebak saat dikejar oleh pasukan Belanda pada masa agresi militer.

Baca Juga: Mencekam, Begini Kondisi Kereta Api dan Truk saat Kecelakaan dan Meledak di Perlintasan Madukoro Semarang

Terdesak oleh kejaran Belanda, Soeharto muda lalu terjun ke muara sungai tersebut, dia berendam beberapa lama untuk bersembunyi dengan cara kungkum semedi. 

Hingga Belanda tak bisa menemukan padahal lokasi sangat mudah untuk dicari.

Namun pasukan Belanda tak melihat dan gagal menemukan Soeharto yang terjun ke muara sungai Ungaran dan Kali Garang.

Kabar selamatnya Soeharto oleh kejaran tentaran Belanda pun beredar luas. Hingga akhirnya lokasi semedi kungkum di sungai tersebut menjadi perbincangan.

Lokasi muara sungai tersebut kemudian dipercaya masyarakat sebagai tempat yang mampu melindungi diri dari marabahaya, yang selanjutnya jadi tempat ritual kungkum setiap malam 1 Suro.

Berjalannya waktu, hingga sampai sekarang lokasi muara sungai itu jadi tempar rutin ritual malam 1 Suro oleh masyarakat umum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI