Pengunjungnya tak hanya dari Kota Semarang juga ada dari Kendal, Demak bahkan sampai Jakarta dan luar pulau.
Lokasi sungai itu juga kini sudah ditandai dengan berdirinya sebuah bangunan berupa menara atau tugu yang menjulang di tengah muara sungai. Tugu tersebut dinamai Tugu Soeharto.
Selanjutnya warga banyak yang berdatangan ke Tugu Soeharto untuk ngalap berkah, ingin sukses, tolak bala dan kesembuhan penyakit dengan cara berendam sehari semalam.
Pada malam 1 Suro, sebelum dilakukan ritual kungkum, jelang sore dilakukan doa bersama dengan nasi tumpeng yang dinikmati bersama-sama warga yang datang.
Kemudian dilakukan menebar ikan berbagai jenis ada mujahir, mas, dan lain-lain sebagai bentuk merawat atau melestarikan sungai.
Lalu mulai maghrib malam 1 Suro, warga mulai kungkum di Sungai Garang sekitar Tugu Soeharto hingga menjelang waktu subuh.***