Aroma Minyak Atsiri Serai Wangi dari Tepi Imogiri, Muliakan Tanah Karst Geopark Gunung Sewu

Semarang

Sabtu, 30 September 2023 | 23:26 WIB
Aroma Minyak Atsiri Serai Wangi dari Tepi Imogiri, Muliakan Tanah Karst Geopark Gunung Sewu
Tanaman Serai Wangi bibit unggul dikembangkan Mbah Yatimin di atas Bukit Kalongan Karst Geopark Gunung Sewu, Desa Kebosungu, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Rabu 27 September 2023 (Suara Semarang/Diaz Abidin)

Mbah Yatimin merintis usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) pada 2017 menjelang masa pensiun dirinya, dan diresmikan Bupati Bantul pada 2018.

UMKM minyak Atsiri dinamai Shafaluna, di mana diambil dari nama cucu perempuannya.

Menjaga nyala api tungku penyulingan Minyak Atsiri Serai Wangi [Suara Semarang/Diaz Abidin]
Menjaga nyala api tungku penyulingan Minyak Atsiri Serai Wangi (sumber: Suara Semarang/Diaz Abidin)

Mengapa Tanaman Atsiri?

Mbah Yatimin bercerita bila hari ini tanaman Atsiri seperti Serai Wangi dan Kayu Putih yang paling cocok ditanam karena lebih cepat menghasilkan nilai ekonomi untuk masyarakat.

“Dahulu banyak warga sini menanam tanaman palawija seperti Jagung, Kedelai namun banyak Kera berkeliaran sehingga tidak bisa panen,” kata dia.

“Akhirnya dibiarkan, karena itu tanah kosong maka ditanami Serai Wangi dan Kayu Putih. Sepertinya lumayan dibandingkan palawija,” katanya lanjut.

Apa yang dilakukan Mbah Yatimin cukup berhasil di mana kini sudah ada lima kelompok dari 5 desa di 4 kecamatan yang diberdayakannya berbekal keilmuannya yang didapat selama puluhan tahun.

Sejauh ini dari 5 kelompok ada 3 tempat yang sudah memiliki alat penyulingan sendiri yakni 2 di Desa Kebonsungu 2 dan 1 di Imogiri.

Dirinya sudah menanam sekitar 7-8 hektar tanaman Atsiri Serai Wangi, kemudian ada lima desa yang sudah ikut rata-rata sama sekitar 7 hektar lahan yang ditanami setiap desa.

baca juga

“Saya yang mendampingi mengajari karena hanya itu yang bisa saya berikan. Kalau sudah masa panen saya beli daun Serai Wangi Rp 500 per kg, untuk Kayu Putih Rp 1.000. Saya beli lalu saya suling jadi minyak Atsiri dan dijual kalau ada pesanan, sisa lainnya untuk anggota,” katanya.

Untuk nilai jualnya tiap 1 liter kayu putih Rp 400 ribu, semengara Serai Wangi Rp 325 ribu. Ada juga kemasan botol kecil kecil –kecil mulai dari Rp 10 ribu.

Keunggulan Serai Wangi dan Kayu Putih

Keunggulan Serai Wangi dan Kayu Putih tahan dengan suhu panas termasuk kemarau panjang seperti sekarang.

Misalnya tanaman Serai Wangi tidak mudah mati, walaupun daunnya lebih kering namun justru menghasikan banyak minyak dengan hasil panen 3-4 ton per hektar.

Masa tanam Serai Wangi 7 bulan awal, di mana dalam setahunnya bisa 3 kali panen, yakni sejak penen pertama lalu diikuti 2-3 bulan setelahnya.

Bibit Serai Wangi yang ditanam merupakan bibit unggul seperti Aster, Lenabatu, G1, G2, penanamannya dibedakan tempat atau pengelompokannya.

Sementara itu Minyak Kayu Putih di tanam berselingan di antara Serai Wangi dengan jarak rata-rata 2 meter.

Daun pohon Kayu putih bisa dipanen terdekat dari masa yakni 3 tahun karena merupakan tanaman jangka panjang.

“Setelah usia tiga tahun yakni panen pertama dirempeli daun, lalu batang utama dipangkas ketika usia 4 tahun supaya tumbuh tunas daun lebih banyak. Daun Kayu Putih dipanen satu tahun sekali,” ujar Mbah Yatimin.

Secara perawatan baik Serai Wangi dan Kayu Putih sama saja tidak terlalu banyak pupuk, saat penanaman dibuatkan lubang lalu kasih pupuk dan ditanam, tidak terlalu sering dipupuk lagi.

“Pokoknya di manapun lahan kritis bisa ditanami. Rata-rata satu hektar 500 pohon Kayu Putih, serta diselingi Serai Wangi di bawahnya,” ucap dia.

Proses merebus daun Serai Wangi [Suara Semarang/Diaz Abidin]
Proses merebus daun Serai Wangi (sumber: Suara Semarang/Diaz Abidin)

Dukungan Anak

Niat baik dan harapan dilakukan Mbah Yatimin sejalan dengan dukungan sang putra Sunaryanta (42) yang juga punya ilmu di bidang pertanian kehutanan.

Sunaryanta menerangkan bila sang ayah menguasai ilmu tentang tanaman Atsiri yang bisa dibudidaya di lahan-lahan kritis kawasan Karst Geopark Gunungsewu itu dari hulu sampai hilir.

Sang ayah sebutnya menguasai ilmu pembibitan dengan benih unggul, hingga proses penyulingan menjadi Minyak Atsiri.

Dengan ilmu yang dimiliki sang ayah itu, maka dirinya tinggal melengkapi dengan pemberdayaan masyarakat, membuat produk turunan, hingga teknis penjualan yang lebih modern.

“Ilmu itu diterapkan ke masyarakat,  dan ternyata tanaman Serai Wangi cukuk menonjol dan diminati.  Ada 4 jenis Serai Wangi sebagai bibit unggul yakni Lenabatu, Aster, Mahapengiri, G1 dan G2 yang merupakan pengembangan dar Mahapengiri,” kata dia.

Lebih jauh sejak berdiri pada 2019 hingga 2022, jumlah petani yang sudah tergabung dalam kelompok pemberdayaan mencapai 362 di mana aktif 340-an dari berbagai kelompok  mulai Bantul sebelah Timur hingga Gunungkidul Barat.

Sejauh ini dari 5 kelompok ada 3 tempat yang sudah memiliki alat penyulingan sendiri yakni 2 di Desa Kebonsungu 2 dan 1 di Imogiri.

Minyak Astiri Serai Wangi dimasukkan ke dalam jerigen usai proses penyulingan dan penyaringan [Suara Semarang/Diaz Abidin]
Minyak Astiri Serai Wangi dimasukkan ke dalam jerigen usai proses penyulingan dan penyaringan (sumber: Suara Semarang/Diaz Abidin)

Siap Ekspor

Saat ini cukup banyak tamu yang datang berkunjung untuk edukasi, pemberdayaan, pengembangan, hingga kedatangan buyer, bahkan untuk mempersiapkan produk ekspor.

“Suport dari banyak lembaga, instansi, relawan, kampus.Misal dari YDBA Astra terus mendampingi satu tahun terakhir memotivasi beri ilmu agar kelanjutan pemberdayaan masyarakat untuk pertanian tanaman Atsiri berkembang,” kata Sunaryanta.

Pemberdayaan masyarakat ini juga dilirik oleh salah satu perusahaan tambang di Kalimantan Utara untuk reklamasi lahan bekas tambang.

Rencananya bila terlaksana akan melakukan penanaman tanaman Atsiri untuk percontohan  di bekas lahan tambang 100 hektar.  

“Bibit tak terkendala akan butuh setidaknya 680 ribu bibit Serai Wangi, dan Kayu Putih sebanyak 120 ribu,” katanya.

Pihaknya juga saat ini sedang membuat rintisan wisata edukasi di atas Bukit Kalongan seluas 10 hektar yang sudah ditanami, di mana letaknya masih di desa tersebut.

Sejauh ini juga bila minyak Atsiri dari tanaman Serai Wangi terus dipersiapkan untuk pasar ekspor ke Eropa.

Minyak Atsiri Serai Wangi UMKM Shafaluna sudah dalam kemasan [Suara Semarang/Diaz Abidin]
Minyak Atsiri Serai Wangi UMKM Shafaluna sudah dalam kemasan (sumber: Suara Semarang/Diaz Abidin)

Produk Turunan dan Peran YDBA

Ditambahkan Ketua Pengurus Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) Sigit P Kemala menjelaskan pihaknya mendorong mendorong UMKM Shafaluna untuk melakukan inovasi.

“Seperti diversifikasi produk berupa produk turunan seperti balsem, obat nyamuk maupun sabun. Kami berharap dengan inovasi tersebut para UMKM dapat terus tumbuh di tengah banyaknya tantangan yang hadir, terutama terkait pasar,” kata dia.

Sebelumnya pada pada 21 Desember 2022, YDBA mengajak kolaborasi bersama berbagai stakeholder untuk mendukung UMKM Shafaluna, salah satunya yaitu CV DAB Subur yang bergerak di bidang agro bisnis fokusnya  penanaman Serai Wangi dari hulu sampai ke hilir.

Di mana kerja sama pengembangan ini untuk UMKM Pertanian Serai Wangi di wilayah Bantul, Yogyakarta dan Lebak, Banten yang potensial.

YDBA berperan sebagai pembina yang memberikan pelatihan manajemen kepada para petani.

Sementara  CV DAB Subur berperan sebagai Ayah Angkat bagi petani dengan memberikan pelatihan teknis dan memberikan kesempatan kepada petani untuk memasok hasil produksinya berupa serai wangi dan minyak atsiri yang telah memiliki standar quality, cost dan delivery (QCD) kepada CV DAB Subur.***

Kontributor: Diaz Abidin 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Senyum Semringah Petani Mete-Vanili, dan Peternak Kepiting Bakau dari Desa-desa di Manggarai Barat NTT

Senyum Semringah Petani Mete-Vanili, dan Peternak Kepiting Bakau dari Desa-desa di Manggarai Barat NTT

Semarang | Jum'at, 01 September 2023 | 14:41 WIB

Mengucur Dana Pengembangan UMKM Binaan YDBA, Hasil Kolaborasi dengan SANF

Mengucur Dana Pengembangan UMKM Binaan YDBA, Hasil Kolaborasi dengan SANF

Semarang | Jum'at, 01 September 2023 | 15:38 WIB

Manisnya Cuan Ekspor Buah Naga Organik oleh Petani di Tanah Banyuwangi

Manisnya Cuan Ekspor Buah Naga Organik oleh Petani di Tanah Banyuwangi

Semarang | Senin, 21 Agustus 2023 | 19:19 WIB

Terkini

Dugaan Pelecehan Seksual Pimpinan Bank, Netizen Serbu Akun Direktur Utama BSI

Dugaan Pelecehan Seksual Pimpinan Bank, Netizen Serbu Akun Direktur Utama BSI

Sulsel | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:36 WIB

Alfeandra Dewangga Resmi Tinggalkan Persib, Ungkap Alasan Berat di Balik Keputusannya

Alfeandra Dewangga Resmi Tinggalkan Persib, Ungkap Alasan Berat di Balik Keputusannya

Bola | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:36 WIB

Evaluasi MBG, Luhut Soroti Pelaksanaan Serentak

Evaluasi MBG, Luhut Soroti Pelaksanaan Serentak

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:35 WIB

Harry Kane Ungkap Masalah Utama Inggris Usai Ditahan Ghana di Piala Dunia 2026

Harry Kane Ungkap Masalah Utama Inggris Usai Ditahan Ghana di Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:33 WIB

Jelang 500 Tahun Jakarta, DPRD Minta Aspirasi Warga Jadi Prioritas Pembangunan

Jelang 500 Tahun Jakarta, DPRD Minta Aspirasi Warga Jadi Prioritas Pembangunan

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:31 WIB

Hutan yang Menelan Rahasia dalam Buku Dosa di Hutan Terlarang

Hutan yang Menelan Rahasia dalam Buku Dosa di Hutan Terlarang

Your Say | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:30 WIB

Bawa Puluhan Bukti! Koalisi Gugat Perjanjian Dagang RI-AS yang Dinilai Tabrak Konstitusi

Bawa Puluhan Bukti! Koalisi Gugat Perjanjian Dagang RI-AS yang Dinilai Tabrak Konstitusi

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:28 WIB

Hotman Paris Pakai Tongkat ke Singapura, Bawa Amanah Rp500 Juta dari Bos Mayapada untuk Yuvita

Hotman Paris Pakai Tongkat ke Singapura, Bawa Amanah Rp500 Juta dari Bos Mayapada untuk Yuvita

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:27 WIB

Purbaya Respons Isu Tarik Dana SAL Milik Pemerintah dari Perbankan

Purbaya Respons Isu Tarik Dana SAL Milik Pemerintah dari Perbankan

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:26 WIB

Makna Lagu Bon Jovi 'Livin' on a Prayer' Menggema usai Brasil vs Haiti

Makna Lagu Bon Jovi 'Livin' on a Prayer' Menggema usai Brasil vs Haiti

Your Say | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:23 WIB