Nestapa Balita Stunting Di Pandeglang, Usia 1 Tahun Dengan Berat Badan 5 Kg

Serang

Rabu, 24 Agustus 2022 | 03:24 WIB
Nestapa Balita Stunting Di Pandeglang, Usia 1 Tahun Dengan Berat Badan 5 Kg
(Foto Ilustrasi) KOLABORASI BULOG DAN BKKBN KOMITMEN TURUNKAN PERSENTASE STUNTING DI JAWA TENGAH (Suara.com/Angga Budhiyanto)

SuaraSerang.id - Tingginya kasus balita penderita stunting di Kabupaten Pandeglang tergolong mengkhawatirkan. Angka penderita stunting dikabupaten tersebut mencapai 37,8%.

Berbagai cara harus di upayakan oleh pemerintah demi menekan angka gizi buruk pada balita ini, salah satu satu diantaranya adalah dengan menggerakkan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS). 

Siti Anisa, balita berusia 1,2 bulan terus mengalami penurunan berat badan. Gadis mungil itu divonis stunting oleh dokter pada 23 Mei 2022.

Anisa bukan satu-satunya yang mengalami nasib buruk. Terdapat 6.331 anak stunting lainya di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Dengan jumlah tersebut, Kabupaten Pandeglang menduduki posisi kasus stunting tertinggi di Banten.

Ibu kandung Anisa, Nefianti, 25, menceritakan kisah Anisa hingga ia mengalami keterlambatan perkembangan. Saat itu, Anissa sedang berada di rumah suaminya Hendra (30) di Pamarayan, Kabupaten Serang, menderita batuk, pilek, dan demam.

Nafie kemudian membawanya ke bidan untuk berobat, namun hal itu tidak membuat Anissa sembuh, dan kondisinya semakin parah.

"Berat badan tiap bulan turun aja. Batuk pilek gak mau berhenti," kata Nefi kepada wartawan, Senin (22/8/2022).

Situasi tersebut membuat Nefi panik dan memilih untuk membawa anaknya kembali ke kampung halamannya di Kampung Sarabaya, Desa Ciinjuk, Kecamatan Cadasari Kabupaten Pandeglang.

Di Posyandu, ia mengadu ke bidan jaga bahwa berat badannya tidak kunjung turun, padahal asupan makanan dan vitaminnya normal seperti balita lainnya.

baca juga

"Kemudian ahli gizi memeriksa pernapasan dan tidak stabil, lesu, hanya lesu. Bolak-balik di puskesmas selama seminggu, kemudian rontgen awalnya positif paru-paru," katanya.

Ia selalu menganggap aneh anaknya terkena penyakit paru-paru, karena ia selalu mengaku tidak pernah membakar obat nyamuk bakar di dekat anaknya, dan suaminya takut merokok di rumah.

Selain didiagnosa TBC, Anissa kemudian divonis terhambat pertumbuhannya. Di usia satu tahun, Anissa hanya memiliki berat lima kilogram.

"Makanya tidak ada nafsu makan. Makannya hanya 4 suap, kalau bangun pagi banyak, sore - minimal jam 4," Nefi menceritakan kondisi anaknya.

Perkembangan motoriknya berbeda dengan balita lainnya, bahkan jika ia sudah bisa duduk, ia harus mendapatkan bantuan dari orang lain.

"Dia besar sekali, dia harus bisa merangkak, saya tidak bisa berbuat apa-apa. Kalau sudah duduk, duduk. Kalau tidur, tidak bisa apa-apa," lanjut Nafi. ceritanya.

Ibunya, Nefianti, melakukan segala yang dia bisa untuk meningkatkan kesehatan Anis. Dari membawanya ke pusat kesehatan hingga berobat ke ahli gizi.

"Dokter bilang pertumbuhannya lambat dan dia bisa melakukannya sedikit demi sedikit," katanya menirukan kata-kata dokter.

Anisa kini dipantau secara rutin setiap dua minggu oleh bidan dan ahli gizi dari Puskesmas, dan pemerintah telah membiayainya.

“Kalau harus beli sirup vitamin dari luar, berikan saja obat paru gratis. (sirup vitamin) direkomendasikan dokter tapi tidak tersedia di puskesmas,” ujarnya.

Karena itu, setiap bulan ia harus menanggung biaya pembelian vitamin jenis sirup yang direkomendasikan ahli gizi. Situasi ini menyulitkan dalam kendala ekonomi. Suami Nefiant, Hendra, setiap hari bekerja sebagai freelancer hanya di satu toko keramik di Serang.

Anisa adalah anak ketiga dari pernikahannya dengan Hendra, dan anak pertamanya meninggal sebelum orang tuanya. Berbeda dengan anak ketiga, anak kedua normal.

"Belum lagi jajan, dan kelangkaan," tambah Neti sambil mengeluhkan kondisi keuangannya.

Nefi mengatakan anaknya telah tumbuh dengan baik sejak dipantau selama tiga bulan dan minum obat dan vitamin secara teratur, dan berat badannya kini meningkat menjadi 7kg pada usia 1,2 bulan.

"Nah, kalau saya duduk, pegangannya berdiri sendiri. Mulai parah juga," pungkasnya.

Sumber : suarabanten.id

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Wagub Chusnunia Ajak  Gotong-Royong Turunkan Angka Kemiskinan dan Stunting di Lampung Barat

Wagub Chusnunia Ajak Gotong-Royong Turunkan Angka Kemiskinan dan Stunting di Lampung Barat

Metro | Selasa, 23 Agustus 2022 | 18:55 WIB

Cerita Balita Penderita Stunting di Pandeglang, Umur 1 Tahun Cuma Memiliki Berat Badan 5 Kg

Cerita Balita Penderita Stunting di Pandeglang, Umur 1 Tahun Cuma Memiliki Berat Badan 5 Kg

Banten | Selasa, 23 Agustus 2022 | 11:52 WIB

Kurangi Angka Stunting, BPOM Dukung Pengembangan Minyak Makan Merah

Kurangi Angka Stunting, BPOM Dukung Pengembangan Minyak Makan Merah

Health | Senin, 22 Agustus 2022 | 13:30 WIB

Turunkan Stunting di Indonesia, Ini 3 Upaya yang DIlakukan Kementerian Kesehatan

Turunkan Stunting di Indonesia, Ini 3 Upaya yang DIlakukan Kementerian Kesehatan

Health | Jum'at, 12 Agustus 2022 | 18:37 WIB

Terkini

Ada Jejak Indonesia di Gua Australia, Dua Lukisan Kapal Jadi Kunci Misteri Ratusan Tahun

Ada Jejak Indonesia di Gua Australia, Dua Lukisan Kapal Jadi Kunci Misteri Ratusan Tahun

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Mengerikan! Rekaman Banjir Bandang di Himalaya Tewaskan 98 Orang, Lebih dari 400 Hilang

Mengerikan! Rekaman Banjir Bandang di Himalaya Tewaskan 98 Orang, Lebih dari 400 Hilang

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?

Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Bisnis Tiba-Tiba Viral? Ini Tantangan yang Menunggu di Balik Lonjakan Pesanan

Bisnis Tiba-Tiba Viral? Ini Tantangan yang Menunggu di Balik Lonjakan Pesanan

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:33 WIB

Saya Kurang Tidur! 3 Kata Pelatih Thailand Usai Gagal Juara Piala AFF 2026

Saya Kurang Tidur! 3 Kata Pelatih Thailand Usai Gagal Juara Piala AFF 2026

Bola | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:27 WIB

Wali Murid SDIP Pamulang Murka, Sebut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Tak Cerminkan Sosok Pendidik

Wali Murid SDIP Pamulang Murka, Sebut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Tak Cerminkan Sosok Pendidik

Banten | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:27 WIB

PLN ULP Ampera Jadwalkan Pemadaman Listrik 3 Jam, Cek Wilayah Terdampak

PLN ULP Ampera Jadwalkan Pemadaman Listrik 3 Jam, Cek Wilayah Terdampak

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Muktamar NU ke-35 Memanas, 6 Kritik Tajam dari Halaqah Ulama Jombang untuk Kepemimpinan PBNU

Muktamar NU ke-35 Memanas, 6 Kritik Tajam dari Halaqah Ulama Jombang untuk Kepemimpinan PBNU

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:19 WIB

Drama! Vietnam Juara Piala AFF 2026 Meski Pemain Thailand Cetak 4 Gol

Drama! Vietnam Juara Piala AFF 2026 Meski Pemain Thailand Cetak 4 Gol

Bola | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:17 WIB

PTBA Borong Empat Penghargaan ISEA 2026, Tegaskan Transformasi Keselamatan Kerja

PTBA Borong Empat Penghargaan ISEA 2026, Tegaskan Transformasi Keselamatan Kerja

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:16 WIB

×