Apa saja faktor penyesuaian harga BBM?

Serang Suara.Com
Selasa, 06 September 2022 | 17:17 WIB
Apa saja faktor penyesuaian harga BBM?
ilustrasi petugas SPBU tengah mengisi BBM (suara.com)

Suareserang.id -  Deputy Country Chair and Vice President  Corporate Relations Shell Indonesia Susi Hutapea mengungkapkan sejumlah faktor yang mempengaruhi penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak oleh pemerintah dari Indonesia.

"Ada banyak faktor mulai dari pandemi, kenaikan harga minyak global, kondisi pasar, nilai tukar, dan batasan margin.

Komponennya sangat transparan karena sudah ditentukan dan kita tidak bisa keluar dari 'formula'," kata Susi saat ditemui di Jakarta, Selasa.

Selain itu, penyesuaian harga sesekali mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti harga produk minyak sulingan berdasarkan Nilai Rata-rata Platts Singapura (MOPS), pajak pemerintah dan bea cukai, biaya distribusi dan  operasional, kinerja Perusahaan dan kegiatan promosi.

Sebelumnya, pemerintah telah menyesuaikan harga bahan bakar pertalite bersubsidi menjadi Rp 10Ribu per liter dari sebelumnya Rp 7650 per liter per Sabtu (3/9) pukul 14:30 WIB.

Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (3/9),
mengatakan pemerintah juga menyesuaikan harga BBM subsidi untuk solar dari Rp5.150 per liter
menjadi Rp6.800 per liter.

Kemudian, untuk BBM non-subsidi, pemerintah pemerintah menyesuaikan harga Pertamax dari
Rp12.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter.

Lebih lanjut, Susi menilai langkah pemerintah untuk menaikkan harga BBM adalah untuk menyasar
masyarakat yang membutuhkan untuk lebih tepat sasaran.

"Ini adalah beban yang cukup tinggi bagi pemerintah untuk memberikan subsidi, terutama karena ada
subsidi yang tidak tepat sasaran. Shell tidak bermain di BBM subsidi, namun, kami memandang ini
juga keputusan pemerintah untuk menyelamatkan APBN," kata Susi.

Baca Juga: Hoaks! Puan Maharani manipulasi foto kunjungan ke Toba

Di sisi lain, Susi mengatakan pihaknya mendukung energi alternatif bagi kendaraan bermotor, seperti
kendaraan listrik (EV) seiring dengan kondisi kenaikan bahan bakar fosil.


"Kami menyambut baik, dan Shell sudah mengoperasikan SPKLU di beberapa titik untuk memberikan
alternatif untuk industri kendaraan listrik yang sedang berkembang," kata Susi.

source ; Antara

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI