NasDem Tebar Baliho Kampanye Anies 2024, Pegiat Sosial: 'Etika politik Nasdem Minus'

Serang Suara.Com
Kamis, 20 Oktober 2022 | 22:08 WIB
NasDem Tebar Baliho Kampanye Anies 2024, Pegiat Sosial: 'Etika politik Nasdem Minus'
Beredar baliho kampanye partai NasDem bersama Anies Baswedan 2024 ((twitter/rudivalinka))

Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 masih setahun lebih, namun beberapa partai politik telah melakukan berbagai manuver politik.

Salah satu partai yang aktif bermanuver adalah Partai Nasional Demokrat (NasDem). Partai biru itu bahkan sudah mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden.

Dalam hal ini, aktivis media sosial Rudi Valinka mengomentari salah satu baliho yang diduga dipasang oleh pihak NasDem. Billboard besar NasDem bertuliskan 'Partai NasDem bersama Anies Baswedan 2024'.

"Baliho besar seperti ini bertebaran di jalan utama Jakarta," tulis Rudi Valinka, yang ia unggah pada Kamis (20/10/2022).

"Etika politik Nasdem yang minus, hanya kekuatan ologarki dan dana besar yang bisa lakukan ini," sambungnya.

Ia melanjutkan, dengan adanya baliho besar NasDem yang mulai banyak beredar, maka presiden perlu melakukan reshuffle kabinet dengan segera.

"Pak @Jokowi sudah selayaknya reshuffle segera dilakukan, melihat nafsu politik partai ini sangat luar biasa besarnya,” tambahnya.

NasDem memang dikenal sebagai partai koalisi pemerintahan Presiden Jokowi, bahkan tiga menteri di kabinet Jokowi berasal dari partai NasDem.

Sejak mengusung Anies Baswedan, isu reshuffle yang ditujukan kepada menteri-menteri NasDem, memang semakin santer diperbincangkan.

Baca Juga: Terpopuler Lifestyle: Menikmati Keindahan Gunung Bromo, Zodiak yang Sering Jadi Pusat Perhatian

NasDem Terkait Isu Reshuffle

Menkominfo Johnny G Plate ; Kominfo [Suara.com/Alfian Winanto]
Menkominfo Johnny G Plate ; Kominfo (sumber: Suara.com/Alfian Winanto)

Sejak Anies dideklarasikan, NasDem saat ini mendapat banyak sorotan. Dari istilah nama Nasdrun hingga “digoyang” dengan isu keluar dari kabinet.

Menjawab pertanyaan reshuffle, Sekjen partai NasDem yang juga menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate, menyatakan bahwa ini menjadi hak Presiden.

"Yang itu kewenangan konstitusional Presiden. Jangan campuri urusan Presiden. Serahkan saja pada presiden,” kata Johnny, seperti dikutip dari WartaEkonomi-- Jaringan Suara.com.

Mengenai tuduhan ketidak setiaan partainya, Johnny juga menyatakan bahwa pihaknya telah mendukung presiden selama dua periode terakhir.

"Nasdem sudah sampaikan dari jauh hari, dari awal kita adalah pengusung capres, sampai kita memenangkan capres dua periode bahkan, dalam hal ini Pak Jokowi sebagai presiden. Kami berkomitmen untuk bersama-sama Pak Jokowi sampai akhir masa jabatan Pak Jokowi," kata Johnny.

Pada periode kedua pemerintahan Jokowi, setidaknya ada tiga jatah menteri untuk partai NasDem. Mereka adalah Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny Gerard Plate, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar dan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI