Menkeu Sri Mulyani Mengaku Belum Tahu Transaksi Aneh 300 Triliun, Tapi Sudah Terima Surat PPATK

Serang | Suara.com

Jum'at, 10 Maret 2023 | 07:30 WIB
Menkeu Sri Mulyani Mengaku Belum Tahu Transaksi Aneh 300 Triliun, Tapi Sudah Terima Surat PPATK
Potret foto Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan outfit anak muda saat di lokasi Bamboo Dome, kawasan Hotel The Apurva Kempinski Bali, Indonesia. (Instagram)

PPATK atau Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan mengirim surat kepada Sri Mulyani, Menteri Keuangan (Menkeu) RI.

Hal ini berdasar adanya dugaan transaksi keuangan mencurigakan atau agak aneh di Kementerian Keuangan, berdasar endusan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD beberapa waktu lalu.

Walau begitu, Sri Mulyani anak buah Presiden RI Joko Widodo dalam Kabinet Indonesia Maju (KIM) mengaku kalau ia belum melihat angka seperti yang dikabarkan itu.

"Saya baru saja menerima surat PPATK terkait transaksi mencurigakan sebesar Rp 300 triliun itu," kata Sri Mulyani.

Kemudian katanya lagi, "Saya juga sudah komunikasi dengan Pak Mahfud MD dan Pak Ivan dari PPATK".

Sri Mulyani menuturkan kalau ia juga sudah menerima sebanya 36 lembar, akan tetapi tidak melihat angkanya.

"Lembaran surat ada 36 tapi belum lihat angkanya," sambung Menkeu Sri Mulyani usai dampingi Presiden Jokowi sidak ke Kantor Pelayanan Pajak Pratama Surakarta seperti dikutip dari channel YouTube Berita Surakarta, Kamis (9/3/2023).

Sekembali ke Jakarta akan mengomunikasikan lagi dengan Mahfud MD dan Ivan Yustiavandana terkait angka Rp300 triliun itu.

Sri Mulyani beberkan lagi akan menanyakan lagi ke Ivan Yustiavandana, "Saya tanya lagi bagaimana cara menghitungnya seperti dalam surat yang disampaikan tapi nga ada satu angka pun di dalam surat itu," katanya.

Sebelumnya Menkopolhukam Mahfud MD berkoar-koar terkait dugaan transaksi mencurigakan yang melibatkan sebanyak 460 orang di Kementerian Keuangan RI.

Transaksi aneh itu kata Mahfud MD telah dilaporkan sejak 2009 ke Kemenkeu, hanya saja tidak ada kemajuan.

"Itu tahun 2009 sampai 2023, ada 160 laporan lebih. Taruhlah 168 sejak itu. Itu tidak ada kemajuan informasi. Sesudah diakumulasikan, semua melibatkan 460 orang lebih ke kementerian itu yang akumulasi terhadap transaksi yang mencurigakan itu bergerak di sekitar Rp 300 triliun," kata Mahfud dalam pernyataan, dilihat di YouTube Kemenko Polhukam RI, Kamis (9/3/2023).

Masih kata Mahfud MD, akan tetapi sejak 2009, karena laporan tidak di-update, tidak diberi informasi respons.

Kadang kala respons itu muncul sesudah menjadi kasus, kayak yang Rafael Alun Trisambodo. Rafael itu jadi kasus, lalu dibuka.

"Lho ini sudah dilaporkan dulu kok didiemin, baru sekarang bisa. Dulu Angin Prayitno, sama, ndak ada yang tahu sampai ratusan miliar, diungkap KPK baru dibuka," ungkap Mahfud MD. [*]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jawaban Sri Mulyani Soal Transaksi Mencurigakan Rp 300 T Di Kemenkeu

Jawaban Sri Mulyani Soal Transaksi Mencurigakan Rp 300 T Di Kemenkeu

News | Jum'at, 10 Maret 2023 | 06:37 WIB

Sidak ke Kantor Pajak, Jokowi Kaget Temukan Hal ini

Sidak ke Kantor Pajak, Jokowi Kaget Temukan Hal ini

| Jum'at, 10 Maret 2023 | 06:22 WIB

Sutradara Kondang Joko Anwar Tanya Warganet Judul Film yang Pas Buat Rafael Alun Trisambodo, Mau Buat Filmnya?

Sutradara Kondang Joko Anwar Tanya Warganet Judul Film yang Pas Buat Rafael Alun Trisambodo, Mau Buat Filmnya?

| Rabu, 08 Maret 2023 | 17:22 WIB

Terkini

Instruksi Gus Abdul Somad: Kader NU Bogor Wajib Solid dan Perluas Manfaat

Instruksi Gus Abdul Somad: Kader NU Bogor Wajib Solid dan Perluas Manfaat

Bogor | Selasa, 17 Maret 2026 | 16:16 WIB

WN India Berkali-kali Lecehkan Pramugari dalam Pesawat Singapore Airlines

WN India Berkali-kali Lecehkan Pramugari dalam Pesawat Singapore Airlines

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 16:16 WIB

Bulgaria Pincang ke Indonesia: Kapten Tim dan Mesin Gol Klub Papan Atas Absen di FIFA Series 2026

Bulgaria Pincang ke Indonesia: Kapten Tim dan Mesin Gol Klub Papan Atas Absen di FIFA Series 2026

Bola | Selasa, 17 Maret 2026 | 16:15 WIB

Gaji Imut, Antiboncos: Belajar Kelola Uang dengan Strategi 'Karet Gelang'

Gaji Imut, Antiboncos: Belajar Kelola Uang dengan Strategi 'Karet Gelang'

Your Say | Selasa, 17 Maret 2026 | 16:15 WIB

Cara Sopan Memberikan THR kepada Saudara yang Lebih Tua, Anti Canggung

Cara Sopan Memberikan THR kepada Saudara yang Lebih Tua, Anti Canggung

Lifestyle | Selasa, 17 Maret 2026 | 16:12 WIB

Tinggalkan Kendaraan Anda di Sini! Polres Sumedang Buka Penitipan Gratis Selama Mudik 2026

Tinggalkan Kendaraan Anda di Sini! Polres Sumedang Buka Penitipan Gratis Selama Mudik 2026

Jabar | Selasa, 17 Maret 2026 | 16:10 WIB

Spesifikasi iQOO Z11x 5G: HP Midrange Murah Baru di Indonesia, Dimensity 7400 Jadi Senjata Utama

Spesifikasi iQOO Z11x 5G: HP Midrange Murah Baru di Indonesia, Dimensity 7400 Jadi Senjata Utama

Tekno | Selasa, 17 Maret 2026 | 16:10 WIB

Indonesia Uji Model Data Karbon Global, Jawab Krisis Transparansi Pasar

Indonesia Uji Model Data Karbon Global, Jawab Krisis Transparansi Pasar

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 16:10 WIB

Sudah Jadi Tahanan KPK, Eks Stafsus Masih Bela Gus Yaqut di Kasus Korupsi Kuota Haji

Sudah Jadi Tahanan KPK, Eks Stafsus Masih Bela Gus Yaqut di Kasus Korupsi Kuota Haji

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 16:08 WIB

Bahlil soal WFH Akibat Krisis Energi: Akan Menghemat Impor Migas

Bahlil soal WFH Akibat Krisis Energi: Akan Menghemat Impor Migas

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 16:05 WIB