Ibu Beli Kaos Palu Arit di Pasar, Remaja di Sumatera Selatan Berakhir di Tangan Ini

Serang

Jum'at, 09 Juni 2023 | 23:12 WIB
Ibu Beli Kaos Palu Arit di Pasar, Remaja di Sumatera Selatan Berakhir di Tangan Ini
Ilustrasi kaos palu arit (antara)

Serang - Nasib remaja di Sumsel atau Sumatera Selatan berakhir di tangan lembaga ini, setelah beli kaos berlogo Palu Arit. Lantas kaosnya viral di media sosial dan jadi buruan dua lembaga aparat penegak hukum.

Remaja di Sumatera Selatan pakai kaos logo Palu Arit kemudian diburu anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) maupun Polri atau kepolisian daerah setempat, setelah viral kaos ada lambang Palu Arti di bagian dadanya.

Remaja berasal dari Desa Ujan Mas Baru, Kecamatan Ujan Mas, Muara Enim, Sumatera Selatan itu tidak berkutik. Setelah anggota TNI dan Polri melawat ke rumah remaja berinsial AJ itu.

Menurut keterangan masyarakat, kaos berlogo palu arit itu tersebar di media sosial ketika seorang pemuda atau remaja memakainya, lalu memastikan itu benar atau editan anggota TNI dan Polri mencari tahu keberadaan pemilik akun.

Ikhwal tentang penangkapan remaja di Sumatera Selatan diamini Dandim 0404/Muara Enim Letkol Arh Rimba Anwar, Jumat (9/6/2023).

"Benar, kalau pemuda itu memakai kaos berlogo-kan palu-arit. Kita sudah mengamankan yang bersangkutan dari rumahnya," terang Dandim 0404/Muara Enim, Letkol Arh Rimba Anwar.

Usut punya usut, AJ tidak mengetahui jika kaos dengan lambang palu arit itu berdampak besar. Ia bahkan tidak mengetahui jika logo yang berada di kaosnya amat dilarang di Indonesia beredar.

Sebelum mengamankan remaja pakai kaos berlogo Palu dan Arit itu. Letkol Arh Rimba Anwar menerangkan, bahwa kali pertama baju itu ada ketika ibu dari AJ membeli kaos di pasar barang bekas.

Usai memberikan mental ideologi, anggota TNI dan polisi setempat mendatangi pasar yang dimaksud. Lalu para pedagang diberi pemhaman agar teliti belanja barang impor apa pun jenis kategori barangnya.

baca juga

"Bukan hanya mental indeologi juga terkait lambang-lambang yang benar terlarang dan tidak boleh beredar di Indonesia," jelasnya.

Penjelasan Letkol Arh Rimba Anwar tersebut juga ditekankan dalam TAP MPRS NOMOR XXV/MPRS/1966. Yang mana dalam TAP MPRS itu menekankan agar masyarakat selaku Warga Negara Indonesia dilarang, dan atau mengembangkan paham ajaran komunisme, marxisme dan leninisme.

"Selain remaja tersebut, juga memberi pemahaman kepada sang ibu agar menyeleksi dan berhati-hati saat membeli barang, dan kenali logo atau lambang yang memang dilarang pemerintah Indonesia atau negara," tutupnya. [*]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Foto-Foto Dramatis Proses Pemindahan Muhammad Fajri ke RSCM, Pasien Obesitas dengan bobot 300 Kg, Diangkat Forklift dan Dibawa Truk Damkar

Foto-Foto Dramatis Proses Pemindahan Muhammad Fajri ke RSCM, Pasien Obesitas dengan bobot 300 Kg, Diangkat Forklift dan Dibawa Truk Damkar

Serang | Jum'at, 09 Juni 2023 | 23:06 WIB

Walikota Serang Pertanyakan Kelanjutan Investasi Pangrango Group yang Tak Kunjung Terealisasi

Walikota Serang Pertanyakan Kelanjutan Investasi Pangrango Group yang Tak Kunjung Terealisasi

Serang | Jum'at, 09 Juni 2023 | 17:33 WIB

Fajri Pemuda Obesitas 300 Kg Rujuk ke RSCM, RSUD Kota Tangerang Terjunkan 10 Dokter

Fajri Pemuda Obesitas 300 Kg Rujuk ke RSCM, RSUD Kota Tangerang Terjunkan 10 Dokter

Serang | Jum'at, 09 Juni 2023 | 17:12 WIB

Terkini

DPR Desak Kejagung Bentuk Tim Steril untuk Usut Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

DPR Desak Kejagung Bentuk Tim Steril untuk Usut Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 19:10 WIB

Diduga Masih Hidup, Keluarga Putuskan Hentikan Pencarian NS yang Hilang di Sungai Brantas

Diduga Masih Hidup, Keluarga Putuskan Hentikan Pencarian NS yang Hilang di Sungai Brantas

Jatim | Sabtu, 11 Juli 2026 | 19:07 WIB

Kekayaan Alam Diekspor, Tagihannya Dipulangkan kepada Rakyat

Kekayaan Alam Diekspor, Tagihannya Dipulangkan kepada Rakyat

Your Say | Sabtu, 11 Juli 2026 | 19:00 WIB

Doa Hari Pertama Masuk Sekolah, Amalkan agar Diberi Kelancaran dan Kemudahan

Doa Hari Pertama Masuk Sekolah, Amalkan agar Diberi Kelancaran dan Kemudahan

Lifestyle | Sabtu, 11 Juli 2026 | 18:50 WIB

Promotor Ungkap Konsep Fan Meeting Win Metawin di Jakarta, Dibuat Lebih Intim dan Eksklusif

Promotor Ungkap Konsep Fan Meeting Win Metawin di Jakarta, Dibuat Lebih Intim dan Eksklusif

Entertainment | Sabtu, 11 Juli 2026 | 18:49 WIB

KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka Pemerasan, Pemprov Jateng Belum Tunjuk Plt

KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka Pemerasan, Pemprov Jateng Belum Tunjuk Plt

Jawa Tengah | Sabtu, 11 Juli 2026 | 18:37 WIB

The Diary of a Young Girl: Catatan Anne Frank yang Menjadi Saksi Kelam Holocaust

The Diary of a Young Girl: Catatan Anne Frank yang Menjadi Saksi Kelam Holocaust

Your Say | Sabtu, 11 Juli 2026 | 18:30 WIB

Jadi Ketua Panja Awasi Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, Habiburokhman: Ini Kasus Mega Korupsi

Jadi Ketua Panja Awasi Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, Habiburokhman: Ini Kasus Mega Korupsi

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 18:29 WIB

DPRD DKI Apresiasi Mobil Klinik Hewan Keliling, Dorong Sosialisasi Lebih Masif

DPRD DKI Apresiasi Mobil Klinik Hewan Keliling, Dorong Sosialisasi Lebih Masif

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 18:18 WIB

Pakar Hukum Ungkap Dampak Ketegangan Polisi dan Jaksa: Bisa Jadi Celah Para Koruptor

Pakar Hukum Ungkap Dampak Ketegangan Polisi dan Jaksa: Bisa Jadi Celah Para Koruptor

Surakarta | Sabtu, 11 Juli 2026 | 18:13 WIB

×