Kronologi Siswa SD di Medan Meninggal Dunia Setelah Dikeroyok 5 Kakak Kelas

Serang

Minggu, 02 Juli 2023 | 12:27 WIB
Kronologi Siswa SD di Medan Meninggal Dunia Setelah Dikeroyok 5 Kakak Kelas
Ilustrasi perundungan atau bullying (Elements Envato)

Serang.suara.com – Siswa kelas 1 SD di Kota Medan meninggal dunia setelah diduga di-bully oleh kakak kelasnya. Bocah berinisial B itu meninggal dunia di rumah sakit di Kota Medan pada Selasa malam, 27 Juni 2023. 

Ibu korban, Yusraini, menceritakan kronologi anaknya mengalami bullying. Saat itu, Kamis, 22 Juni 2023, tutur Yusraini, B pulang sekolah sambil menangis. Ketika ditanya, B mengaku dipukuli lima kakak kelasnya yang tinggalnya tak jauh dari rumah korban.

"Kami juga heran, waktu itu, dia pulang sekolah sambil menangis menceritakan kepada saya kalau dia dipukuli abang kelasnya. Abang kelasnya itu sebenarnya juga tetangga kami," kata Yusraini, Sabtu, 1 Juli 2023.

Setelah mendengar cerita sang anak, Yusraini mendatangi rumah salah satu pelaku yang namanya disebut korban. Namun pelaku tidak mengakui telah memukul korban.

"Anak saya sempat sebut nama senior yang memukulnya. Tetangga kami juga, ya, orangnya. Saya sempat datangi rumahnya. Tapi, dia bilang, tidak ada memukul anak saya. Saya pun tak mau ribut-ribut. Setelah itu, saya pulang," ucapnya.

Setelah itu, B mengalami demam. Dia pun tidak bisa tidur nyenyak dan sering menangis seperti sedang ketakutan. Selain itu, B mengaku tubuhnya sakit, terutama bagian kepala.

"Setelah itu, anak saya demam panas. Dia sering kayak ketakutan dan menangis. Dia bilang badannya sakit semua. Dia juga enggak mau makan, tapi tetap kami paksa, supaya dia makan," ucap Yusraini.

Karena kondisi kesehatannya terus menurun, B dibawa ke RSUD dr Pirngadi, Kota Medan, untuk memperoleh perawatan. Namun sayang, nyawa korban tak bisa diselamatkan.

"Sakit sekali rasanya hati saya melihat anak saya ini meninggal karena dipukuli orang. Terakhir kali, anak saya itu bilang kalau dia dipukuli lima seniornya. Dari kepolisian sudah datang kemarin ke sini," ujarnya.

baca juga

Kasus tersebut kini sudah ditangani Kepolisian Resor Kota Besar Medan. Polisi juga telah memanggil sembilan saksi.

"Untuk saat ini, kami masih menyelidiki kasus tersebut. Sudah ada sembilan saksi yang diperiksa," tutur Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan Kompol Teuku Fathir Mustafa, Minggu, 2 Juli 2023.

Kini, ujar Fathir, polisi tengah menunggu hasil autopsi korban dari tim forensik di RS Bhayangkara.

"Saat ini, kami masih menunggu hasil autopsi dari RS Bhayangkara. Nanti akan disampaikan juga. Karena ini berkaitan dengan anak, maka penanganannya harus khusus sesuai dengan aturan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Makan Martabak dan Pie Susu di Panggung GMMTV FANDAY 5 IN INDONESIA, Ohm Pawat Sampai Bilang Mantul

Makan Martabak dan Pie Susu di Panggung GMMTV FANDAY 5 IN INDONESIA, Ohm Pawat Sampai Bilang Mantul

Entertainment | Minggu, 02 Juli 2023 | 12:20 WIB

FIFA U-17: 7 Kali Lolos ke Putaran Final, Negara Ini Selalu Kandas di Fase Grup

FIFA U-17: 7 Kali Lolos ke Putaran Final, Negara Ini Selalu Kandas di Fase Grup

Your Say | Minggu, 02 Juli 2023 | 12:19 WIB

Siapa Nahel M? Remaja 17 Tahun yang Kematiannya Picu Kericuhan di Prancis

Siapa Nahel M? Remaja 17 Tahun yang Kematiannya Picu Kericuhan di Prancis

News | Minggu, 02 Juli 2023 | 12:18 WIB

Ditanya Apakah Prabowo Subianto Dukung Bobby di Pilgub Sumut 2024, Begini Jawaban Jubir Prabowo

Ditanya Apakah Prabowo Subianto Dukung Bobby di Pilgub Sumut 2024, Begini Jawaban Jubir Prabowo

Sumut | Minggu, 02 Juli 2023 | 12:15 WIB

5 Fakta Menarik Perhelatan Piala Dunia U-17, Simak Ulasan Lengkapnya!

5 Fakta Menarik Perhelatan Piala Dunia U-17, Simak Ulasan Lengkapnya!

Your Say | Minggu, 02 Juli 2023 | 12:13 WIB

Terkini

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

×