Serang.suara.com - Menjawab kegusaran masyarakat terkait makanan pendamping ASI (MPASI) apakah fakta atau bukan soal bumbu masakan. Sedikit melegakan hati para ibu di momen Hari Anak Nasional 2023.
Minimnya literasi tentang MPASI terutama penggunaan bumbuk masak, Direktur Nutrition Unilever Indonesia, Amaryllis Esti Wijono menerangkan, pihaknya terus berupaya dalam memecahkan fakta atau mitos selama ini tentang rasa terhadap makanan pendamping ASI.
Salah satunya melalui varian baru dari salah satu produk kaldu, yakni Royco sebagai kunci menjawab segala kegalauan saat masa MPASI, yang melekat dengan bumbu masakan.
Memang kata Amaryllis, ini yang kemudian jadi tantangan bersama. Yang kemudian brand produk bumbu masakan memformulasikan bagaimana membantu para ibu atau orang tua bersama pemerintah, dalam memenuhi kebutuhan nutrisi makanan sekaligus membantu tumbuh kembang anak.
Apakah makanan pendamping ASI mitos atau fakta terjawab sudah melalui Wisata Rasa MPASI Royco, salah satu program dengan melahirkan varian baru kaldu tanpa micin, atau tanpa bahan pengawet, dan bahkan varian tersebut rendah garam.
"Ya, bukan cuma varian baru, melainkan kami memberi panduan kepada para ibu tentang bagaimana memenuhi kebutuhan anak selama periode mendapatkan makanan pendamping ASI atau MPASI," kata Amaryllis Esti Wijono, Direktur Nutrition Unilever Indonesia usai meluncurkan Wisata Rasa MPASI Royco, di salah satu hotel di Jakarta tempo hari.
![Nikita Willy bersama Amaryllis Esti Wijono saat memamerkan tahu bakso kuah dengan racikan varian Royco Kaldu Spesial. [Dok. Unilever/Suara Serang]](https://media.suara.com/suara-partners/serang/thumbs/1200x675/2023/07/25/1-nikita-willy.jpg)
Bumbu masak memang jadi andalan bagi para ibu di dapur, sehingga dengan kehadiran Wisata Rasa MPASI disertai panduan dapat mencegah malnutrasi di tengah keluarga di Indonesia.
Adapun varian tanpa micin tersebut antara lain Kaldu Spesial Hijau Rasa Jamur dan Rasa Ayam. "Melalui bumbu masak ini dapat membantu nutrisi, rasa buat anak dalam mewujudkan tumbuh kembang termasuk menekan angka stunting di Indonesia," tutur Amaryllis Esti Wijono.
Seorang bayi lahir memang membutuhkan rasa terhadap makanan dan nutrisi, kata dr. Miza Dito Afrizal SpA, dokter spesialis anak.
Baca Juga: Kamu Hamil? Catat 5 Tips Manfaat Konsumsi Susu Baik Buat Janin Terutama Otak
Makanan bayi hambar dianggap cocok, sebenarnya mitos yang telah lama muncul. Sementara, kata Miza Dito Afrizal bayi itu telah menyerap rasa sejak dalam kandungan.
"Pemberian atau penggunaan garam, gula atau bumbu terhadap makanan pendamping ASI dapat diberikan terhadap bayi dengan takaran yang sesuai," katanya.
Tidak persoalan ketika bayi mendapatkan rasa dari makanan dari menu yang telah diracik. Justru ketika tanpa rasa dari makanan memicu perilaku anak melakukan gerakan tutup mulut.
Pada kesempatan yang sama Nikita Willy berbagi pengalaman terhadap pemberian rasa terhadap makanan buat pertumbuhan anak.
"Sebagai seorang ibu baru masih terus belajar di tahap pemberian makanan pendamping ASI," katanya.
Justru dengan adanya literasi tentang pemberian rasa terhadap makanan anak, dapat membantu para emak-emak yang sedang memiliki bayi atau anak.