Serang.suara.com - Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ade Armando, memprotes penyebutan "petugas partai" oleh Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ade Armando meminta Megawati tak lagi menggunakan istilah itu.
"Bu Megawati, kami mohon, Ibu janganlah gunakan lagi istilah petugas partai kepada Pak Jokowi," ucap Ade Armando dalam sebuah video yang dia unggah lewat akun Twitter pribadinya pada Senin, 31 Juli 2023.
Penyebutan istilah itu, menurut Ade Armando, telah dilakukan berulang kali. Megawati, ujar Ade, bahkan tak peduli apabila ada yang tak suka dengan pernyataannya itu.
"Minggu lalu hari Rabu pada saat peresmian Kebun Raya Mangrove di Surabaya, Jawa Timur, Ibu kembali mengatakan bahwa Pak Jokowi itu petugas partai. Ibu juga bilang bodoh amat kalau ada yang enggak suka. Ibu juga bilang, kan, Pak Jokowi itu orang PDIP, maka ya suka-suka PDIP dong," ujarnya.
Menurut Ade Armando, Jokowi merupakan kader PDIP yang telah dihibahkan untuk rakyat Indonesia. Dia khawatir pendukung Jokowi akan menarik dukungan untuk calon presiden yang diusung PDIP pada Pemilu 2024, Ganjar Pranowo, apabila Megawati terus-terusan mengulang istilah tersebut.
"Iya, kita semua tahu dia, Presiden Jokowi, adalah putra terbaiknya PDIP yang sudah dihibahkan kepada Indonesia, tapi janganlah diulang-ulang terus bahwa dia adalah petugas partai. Nanti para pendukung Jokowi akan sakit hati, lho, Bu. Dan kalau mereka sakit hati, mereka mungkin akan menarik dukungan mereka dari Pak Ganjar. Jadi janganlah terus disebut sebagai petugas partai. Pak Jokowi adalah presiden yang sekarang harus mengabdi pada rakyat Indonesia, bukan tunduk pada PDIP atau tunduk pada Bu Mega saja. Jadi, tolong, ya, Bu, tolonglah, para petugas PDIP yang lain, tolong ingatkan Bu Mega, agar jangan gunakan istilah petugas partai kepada Pak Jokowi. Oke," ujarnya.