Suara Serang - Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah mengeluarkan peringatan terbaru terkait modus penipuan yang tengah berkembang, mengincar pelanggan PLN.
Modus ini dengan mengaku sebagai petugas untuk ganti ID PLN sebagai operasi penipuan yang lebih canggih.
Para pelanggan PLN diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap taktik baru ini.
Terutama dengan modus unduh aplikasi tertentu dan mengikuti survei berhadiah.
Menurut Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, para penipu ini tidak hanya beroperasi secara online, tetapi juga melalui metode langsung.
Dalam modus langsung ini, penipu akan mengaku sebagai utusan PLN dan mengunjungi rumah-rumah pelanggan.
Mereka kemudian meminta biaya tambahan di luar biaya yang telah ditentukan sebelumnya.
"Kami mengimbau agar masyarakat berhati-hati atas tawaran ataupun pihak-pihak yang mengatasnamakan PLN dan meminta sejumlah biaya atau bayaran," jelas Adi.
PLN telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi modus penipuan ini. Mengintegrasikan semua informasi biaya pelanggan ke dalam aplikasi PLN Mobile.
Baca Juga: Gaji Paspampres Lengkap Tunjangan Beda Tipis Daftar Gaji PPPK (P3K) 2023
Pelanggan disarankan untuk mengunduh aplikasi ini untuk memverifikasi semua biaya yang harus dibayarkan.
Jika terdapat biaya yang tidak sesuai, pelanggan diharapkan untuk berhati-hati dan menghubungi call center resmi untuk konfirmasi.
Selain itu, PLN juga memberikan tips kepada pelanggan untuk menghindari penipuan. Ketika ada petugas PLN yang datang, pelanggan disarankan untuk memeriksa atribut yang mereka kenakan.
Petugas resmi PLN akan selalu membawa surat tugas, tanda pengenal, alat pelindung diri (APD), dan seragam kerja saat bertugas.
Saat ini PLN melakukan transaksi pembayaran secara terpusat melalui sistem digital, yakni Payment Point Online Bank (PPOB).
"Jika ada seseorang yang mengklaim sebagai petugas PLN dan meminta pelanggan untuk membayarkan biaya penggantian nomor ID pelanggan, patut dipertanyakan," katanya.