127 Orang Korban Tragedi Stadion Kanjuruhuan, Dua Diantaranya adalah Anggota Polri

soreang

Minggu, 02 Oktober 2022 | 06:17 WIB
127 Orang Korban Tragedi Stadion Kanjuruhuan, Dua Diantaranya adalah Anggota Polri
Suporter Arema FC memasuki lapangan setelah tim yang didukungnya kalah dari Persebaya dalam pertandingan sepak bola BRI Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/tom.)

SuaraSoreang.id-Terjadi kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang usai laga derbi Jatim yang mempertemukan Arema FC Vs Persebaya pada Sabtu 1 Otober 2022. 

Insiden kericuhan itu menjadi kabar buruk bagi dunia persepakbolaan tanah air. Untuk kesekian kalinya kericuhan antar suporter kembali terjadi di Liga 1 Indonesia

Berdasar informasi yang dihimpun, ada sekitar 127 orang tewas dalam insinden tragedi kanjuruhan tersebut, bahkan terdapat korban yang teridentifkasi masih anak-anak.

Melansir TimesIndonesia.co.id jaringan Suara.com, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta menyebutkan sebanyak 127 orang meninggal dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu 1 Oktober malam.

Hal ini disampaikan Kapolda Jatim ketika konfrensi pers, Minggu, 2 Oktober 2022 dini hari.

Dalam Konferensi itu turut pula dihadiri Bupati Malang, Sanusi, Wabup Malang Didik Gatot Subroto, Dandim 0818 Letkol Inf Taufik Hidayat, Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat dan Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi.

"Dalam kejadian tersebut telah meninggal 127 orang. Dua diantaranya adalah Anggota Polri," ungkap Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta.

Kapolda Jatim juga menjelaskan terkait kronologi dari tragedi Stadion Kanjuruhan yang menyebabkan korban ratusan jiwa melayang tersebut.

Dia mengatakan, rasa kekecewaan akibat timnya kalah tersebut yang menggerakkan para penonton turun ke tengah lapangan dan berusaha mencari para pemain maupun official menanyakan penyebab kekalahan.

baca juga

"Oleh karena itu anggota berupaya melakukan pencegahan dan melakukan pengalihan supaya mereka tidak masuk ke dalam lapangan dan mengejar para pemain," tegasnya.

Tragedi kericuhan sendiri terjadi usai Arema FC kalah dari tim tamu Persebaya dengan sekor 2-3 pada laga lanjutan Liga 1 2022-2023 Sabtu 1 Oktober 2022 malam. 

Kekalahan tersebut membuat tuan rumah yang berkisar 40 ribu Aremania yang datang di stadion meluapkan kekecewaannya.

Usai peluit panjang dibunyikan tanda pertandingan berakhir, sejumlah Aremania memasuki lapangan untuk meluapkan kekecewaan lantaran kalah dari rival.

Tak lama kemudian, aparat menembakkan gas air mata untuk ke arah tribun penonton. Akibatnya, ribuan suporter yang masih memenuhi tribun panik menyelematkan diri.

Diduga tembakan gas air mata oleh kepolisian menambah riuh dan kericuhan yang terjadi di tribun.***

Sumber: timesindonesia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BACA INI Sebelum Naik Gunung Ciremai, Dilarang Pegang Lutut dan Mengeluh

BACA INI Sebelum Naik Gunung Ciremai, Dilarang Pegang Lutut dan Mengeluh

Soreang | Sabtu, 01 Oktober 2022 | 23:43 WIB

Kuda Sembrani, Makhluk Mitologi Asal Indonesia yang Mirip Pegasus dari Yunani

Kuda Sembrani, Makhluk Mitologi Asal Indonesia yang Mirip Pegasus dari Yunani

Soreang | Sabtu, 01 Oktober 2022 | 23:33 WIB

Asal-usul Kuntilanak, Inspirasi dan Dibunuh Sultan Pontianak Hingga Jadi Nama Kota

Asal-usul Kuntilanak, Inspirasi dan Dibunuh Sultan Pontianak Hingga Jadi Nama Kota

Soreang | Sabtu, 01 Oktober 2022 | 23:23 WIB

Terkini

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:37 WIB

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:30 WIB

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Sumut | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Jawa Tengah | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:28 WIB

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:19 WIB

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Health | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:01 WIB

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:00 WIB

×