NGERI! 5 Pembunuh Berantai Sadis Asal Indonesia, Motif Bunuh Puluhan Orang Agar Sakti Hingga Cemburu

soreang | Suara.com

Jum'at, 07 Oktober 2022 | 10:59 WIB
NGERI! 5 Pembunuh Berantai Sadis Asal Indonesia, Motif Bunuh Puluhan Orang Agar Sakti Hingga Cemburu
Daftar pembunuh sadis di Indonesia (Pixabay/PublicDomainPictures)

SuaraSoreang.id - Setiap manusia memiliki sisi jahat yang perlu dikontrol oleh akal. Itulah sebabnya mengapa umat manusia harus terus belajar menimba ilmu, tujuannya agar dapat mengendalikan diri di dunia ini.

Namun, tidak sedikit juga orang yang tetap menimba ilmu tetapi tak bisa meredam sisi sadisnya. Akal dan hati mereka seperti tak terkontrol dengan membunuh, menyiksa, bahkan memutilasi manusia lain.

Beberapa waktu lalu, ramai pembicaraan tentang film documenter Netflix yang bertajuk ‘Dahmer’, menceritakan para pembunuh di Amerika. 

Sebagaimaana persoalan manusia, tak hanya ada di Amerika. Indonesia pun dihantui kasus-kasus pembunuhan keji nan sadis yang dilakukan secara berantai.

Contoh manusia-manusia ini tentulah tak patut ditiru, sebab mereka tidak bisa memaksimalkan keunggulan sebagai manusia yakni penggunaan akal.

Kasus-kasus ini sempat menjadi sorotan pada masanya. Berminggu-minggu masyarakat sempat mengikuti perkembangan kasus sadis ini

Melansir sebuah video yang diunggah dalam kanal YouTube Nadia Omara dengan tajul ‘Para Pembunuh Berantai di Indonesia’, berikut rangkuman pembunuh berantai yang ada di Indonesia.

1. Ahmad Suradji atau Dukun AS

Seorang dukun yang telah menghabisi 42 orang wanita muda dengan motif menyempurnakan ilmu ghaib. Kejadian ini terjadi dalam rentang waktu 1986-1997. 

Menurut pengakuannya, jika dia membunuh 70 orang wanita, tubuhnya akan menjadi sakti. 

Akhirnya Ahmad Suraji atau Dukun AS divonis hukuman mati oleh Majelis Hakim pada Juli 2008.

2. Ryan Jombang

Very Idham Henyansyah atau dikenal dengan sebutan Ryan Jombang, tersangka pembunuhan berantai di Jakarta dan Jombang. Kasusnya terungkap saat ditemukannya korban mutilasi di Jakarta. 

Diketahui, ia telah menghabisi 11 orang dan menguburkan para korbannya di belakang rumah keluarganya di Jombang. Motif pembunuhan yang ia lakukan karena sakit hati dan cemburu para korban yang mendekati pacar sesama jenisnya.

3. Dukun Usep

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mengenal Misteri Kuyang: Asal usul, Target Korban, Cara Membunuh

Mengenal Misteri Kuyang: Asal usul, Target Korban, Cara Membunuh

| Jum'at, 07 Oktober 2022 | 10:28 WIB

Punya Peranan yang Berbeda, Polri Tetapkan Enam Tersangka dalam Kasus Tragedi Kanjuruhan

Punya Peranan yang Berbeda, Polri Tetapkan Enam Tersangka dalam Kasus Tragedi Kanjuruhan

| Jum'at, 07 Oktober 2022 | 07:27 WIB

7 Misteri Babad Tanah Jawa yang Belum Terpecahkan

7 Misteri Babad Tanah Jawa yang Belum Terpecahkan

| Kamis, 06 Oktober 2022 | 20:14 WIB

Terkini

Dari Moskow Prabowo Terbang ke Paris, Perluas Poros Diplomasi Strategis

Dari Moskow Prabowo Terbang ke Paris, Perluas Poros Diplomasi Strategis

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:12 WIB

Cegah Dampak Negatif Digital, Pemprov Jatim Resmi Berlakukan Pembatasan Gadget di SMA/SMK/SLB

Cegah Dampak Negatif Digital, Pemprov Jatim Resmi Berlakukan Pembatasan Gadget di SMA/SMK/SLB

Jatim | Selasa, 14 April 2026 | 11:11 WIB

Pramono Buka Peluang Partai Politik Ikut Naming Rights Halte, Asal Tak Ganggu Wajah Kota

Pramono Buka Peluang Partai Politik Ikut Naming Rights Halte, Asal Tak Ganggu Wajah Kota

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:10 WIB

BI Intervensi di Pasar Valas, Rupiah Berdarah-darah ke Level Rp17.124

BI Intervensi di Pasar Valas, Rupiah Berdarah-darah ke Level Rp17.124

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 11:10 WIB

Kasus Korupsi: Ajudan Abdul Wahid Ngaku Dicatut, Tapi KPK Punya Fakta Berbeda

Kasus Korupsi: Ajudan Abdul Wahid Ngaku Dicatut, Tapi KPK Punya Fakta Berbeda

Riau | Selasa, 14 April 2026 | 11:10 WIB

Aksi El Preman Justin Hubner di Belanda: Bela Pemain Timnas Indonesia, Labrak NAC Breda

Aksi El Preman Justin Hubner di Belanda: Bela Pemain Timnas Indonesia, Labrak NAC Breda

Bola | Selasa, 14 April 2026 | 11:10 WIB

Nintendo Rilis Game Yoshi Gratis di Switch dan Mobile, Bangkitkan Nostalgia

Nintendo Rilis Game Yoshi Gratis di Switch dan Mobile, Bangkitkan Nostalgia

Tekno | Selasa, 14 April 2026 | 11:08 WIB

5 Rekomendasi Mobil Bekas Terawet dari Korea Selatan tapi Harga Termurah: dari Sedan hingga 7 Seater

5 Rekomendasi Mobil Bekas Terawet dari Korea Selatan tapi Harga Termurah: dari Sedan hingga 7 Seater

Otomotif | Selasa, 14 April 2026 | 11:08 WIB

7 Fakta Kasus Dugaan Pelecehan FH UI: 16 'Bukan Mahasiswa Biasa' Terlibat Skandal WAG dan Line

7 Fakta Kasus Dugaan Pelecehan FH UI: 16 'Bukan Mahasiswa Biasa' Terlibat Skandal WAG dan Line

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 11:05 WIB

Gerry Salim Harumkan Nama Indonesia, Raih Podium Kedua di ARRC Sepang 2026

Gerry Salim Harumkan Nama Indonesia, Raih Podium Kedua di ARRC Sepang 2026

Sport | Selasa, 14 April 2026 | 11:05 WIB