Tragedi Kanjuruhan, SOP Stadion Berstandar FIFA atau Standar PSSI?

soreang

Sabtu, 08 Oktober 2022 | 10:16 WIB
Tragedi Kanjuruhan, SOP Stadion Berstandar FIFA atau Standar PSSI?
Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk lapangan usai pertandingan sepak bola antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

SuaraSoreang.id-Dunia sepak bola tersulut duka cita atas tragedi Kanjuruhan di Malang Jawa Timur. Tragedi yang terjadi pada Sabtu (1/10/2022) nampaknya menyulut hati dan mata semua pihak.

Berdasar data dari kepolisian, tercatat sebanyak 131 suporter menjadi korban jiwa pada insiden tersebut.

Tragedi Stadion Kanjuruhan kini menjadi perhatian banyak pihak, tak terkecuali pengamat Sepakbola Bachri Setiawan.

Bachri Setiawan meyakini pada pertandingan big match Jawa Timur ini, panitia telah mempersiapkan matang terkait gelaran ini.

Mereka telah melibatkan banyak pihak mulai dari media, Pemda, supporter, kepolisian dan TNI. Termasuk upaya menghalau datangnya Bonek (Pendukung Persebaya).

Namun sayangnya permintaan dari Kepolisian terkait jam penyelenggaraan dan pembatasan jumlah penonton ditolak dan diabaikan oleh Panitia Pelaksana dalam hal in PT LIB.

Hal itu rupanya dianggap menjadi salah satu bagian yang menyebabkan banyak korban berjatuhan di targedi Stadion Kanjuruhan.

"Ini tentunya tidak terlepas dari stasiun TV yang menyelenggarakan tayangan langsung laga tersebut, dan Panitia Pelaksana yang mengejar keuntungan semaksimal mungkin dari penjualan tiket masuk," ungkap Bachri dikutip dari suara pada 8 Oktober 2022.

"Sehingga akhirnya jam tayang tidak berubah, sementara kapasitas stadion yang mampu menampung 42.499 orang dimaksimalkan di angka 42.000 tiket, tidak mengikuti saran Kepolisian yang menyarankan untuk menurunkan ke angka 25.000 tiket saja," kata Bachri.

baca juga

Dari data yang dimilikinya, Bachri menyebutkan supporter yang datang berjumlah 42.288 orang, yang artinya menyisakan 211 orang dari kapasitas maksimal Stadion Kanjuruhan yakni 42.499.

Melihat hal tersebut jika ditambah dengan jumlah pasukan pengamanan yang terdiri dari unsur Polisi dan TNI, dapat dipastikan Stadion Kanjuruhan yang memiliki 14 pintu itu menampung jumlah orang melebihi kapasitasnya.

Bisa dibayangkan, setidaknya satu pintu harus melayani sekitar 7.265 orang.

Maka tak heran jika permintaan polisi untuk menurunkan jumlah penonton berkaitan dengan risk assessment dan risk management yang diperhitungkan dan direncanakan Kepolisian.

"Jumlah anggota yang tersedia pun pastilah terbatas, tapi apa mau dikata, pertandingan dimulai, pertandingan selesai, kerusuhan terjadi. Kepolisian menembakkan gas air mata, sesuai dengan protap dan Perkap Nomor 16 tahun 2006, lalu banyak yang mempersalahkan hal gas air mata ini dengan berpegang pada aturan FIFA Point 19B," tegas Bachri.

Lanjut Bachri juga menjelaskan saat pintu Stadion dibuka, penonton masuk lalu pintu dikunci dan penjaga pintu pergi entah ke mana. 

Dan disaat kerusuhan pecah, semua berebut keluar, berdesakkan, terhimpit di ruang menuju pintu keluar, dan beberapa pintu terkunci.

"SOP stadion seperti apa itu, sudah sesuai FIFA apakah SOP standar PSSI? Saya meragukannya. Lalu kemudian karena banyak yang terhimpit, kehabisan oksigen, sampai meninggal sekian banyak, apakah karena gas air mata atau karena tidak bisa keluar stadion," ungkapnya.

Sumber: Suara

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Berkat Lobi, FIFA tidak Berikan Sanksi kepada Indonesia

Berkat Lobi, FIFA tidak Berikan Sanksi kepada Indonesia

Soreang | Sabtu, 08 Oktober 2022 | 10:06 WIB

Saksi Mata Tragedi Kanjuruhan di Intimidasi, Menkopolhukam Mahfud MD Minta Jangan Takut

Saksi Mata Tragedi Kanjuruhan di Intimidasi, Menkopolhukam Mahfud MD Minta Jangan Takut

Soreang | Jum'at, 07 Oktober 2022 | 20:46 WIB

PSSI akan Diinvestigasi Pemerintah walaupun Dibawah Naungan FIFA

PSSI akan Diinvestigasi Pemerintah walaupun Dibawah Naungan FIFA

Soreang | Jum'at, 07 Oktober 2022 | 19:49 WIB

Terkini

Bupati Sukoharjo Tak Sendiri, KPK Amankan Empat Orang dalam OTT di Solo Raya

Bupati Sukoharjo Tak Sendiri, KPK Amankan Empat Orang dalam OTT di Solo Raya

Surakarta | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:48 WIB

Gagal Pecahkan Rekor, Enola Holmes 3 Debut Angka 20,7 Juta Views di Netflix

Gagal Pecahkan Rekor, Enola Holmes 3 Debut Angka 20,7 Juta Views di Netflix

Your Say | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:45 WIB

CBR Dinilai Mampu Ciptakan Lapangan Kerja, Ini Ajakan Menteri UMKM ke Korporasi

CBR Dinilai Mampu Ciptakan Lapangan Kerja, Ini Ajakan Menteri UMKM ke Korporasi

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:40 WIB

Bupati Sukoharjo Terjaring OTT KPK, Diduga Peras Perangkat Daerah

Bupati Sukoharjo Terjaring OTT KPK, Diduga Peras Perangkat Daerah

Surakarta | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:37 WIB

KPK Pastikan Kembangkan Kasus Suap Impor Bea Cukai, Tunggu Fakta Persidangan

KPK Pastikan Kembangkan Kasus Suap Impor Bea Cukai, Tunggu Fakta Persidangan

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:37 WIB

Bupati Sukoharjo Etik Suryani dari Partai Apa? Ini Kronologi Kena OTT KPK

Bupati Sukoharjo Etik Suryani dari Partai Apa? Ini Kronologi Kena OTT KPK

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:31 WIB

Tragis! Remaja Madiun Tewas Terjebak Lumpur Sungai Bengawan Solo

Tragis! Remaja Madiun Tewas Terjebak Lumpur Sungai Bengawan Solo

Jatim | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:24 WIB

PNM Bawa Suara Jutaan Pengusaha Ultra Mikro di Halal Expo Indonesia 2026

PNM Bawa Suara Jutaan Pengusaha Ultra Mikro di Halal Expo Indonesia 2026

Riau | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:24 WIB

Penjualan Eceran Juni 2026 Turun Tipis, BI Pastikan Konsumsi Rumah Tangga Masih Solid

Penjualan Eceran Juni 2026 Turun Tipis, BI Pastikan Konsumsi Rumah Tangga Masih Solid

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:24 WIB

50 Bundel Dokumen dan Misteri Perubahan Merek: Proyek Ambulans Malang Dibidik Jaksa

50 Bundel Dokumen dan Misteri Perubahan Merek: Proyek Ambulans Malang Dibidik Jaksa

Malang | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:16 WIB

×