Miris! Kasta Dalit, Kasta Paling Rendah di India dan Diperlakukan Lebih Rendah dari Binatang

soreang

Rabu, 19 Oktober 2022 | 15:34 WIB
Miris! Kasta Dalit, Kasta Paling Rendah di India dan Diperlakukan Lebih Rendah dari Binatang
Ilustrasi Kasta Dalit di India (Tangkapan layar Youtube Data Fakta)

Namun nahas, Kasta Dalit berada dibagian yang paling rendah. Dimana, mereka pun dianggap tidak pantas berada didalam sistem kasta.

Dilansir dari National Geographic, 4 kasta yang dikategorikan sebagai kasta utama yaitu Brahmana, Ksatria, Waisya dan Sudra.

Selain kasta tersebut, terdapat ribuan sub-kasta yang mana dibagi dengan beberapa faktor seperti wilayah, dialek, pekerjaan, kedudukan sosial dan juga ekonomi.

Sebanyak 80% populasi dari Kasta Dalit tinggal di pedesaan dengan menganut agama Hindu yang sangat kental. Hal ini menyebabkan tidak banyak perubahan terkait lapangan pekerjaan.
Karena pekerjaan kasta Dalit berada dititik paling bawah yang berpenghasilan rendah.

1 juta orang dari Kasta Dalit bekerja sebagai pemulung, membersihkan jamban dan selokan dengan tangan dan membuang hewan-hewan yang sudah mati.

Sementara Kasta Dalit lainnya bekerja sebagai buruh tani yang terpenjara dalam kemiskinan. Buta huruf dan berada diposisi kasta yang ditindas.

Sedangkan 15 juta anak-anak dari kasta Dalit pun sama sekali tidak bisa mengenyam pendidikan dan bekerja sebagai buruh pengangkut batu dan pabrik dengan pendapatan yang tidak seberapa dan sangat jauh dari kata cukup.

Kasta Dalit dipercaya sebagai Kasta yang bahkan haram untuk disentuh/Untouchable.

Sejak zaman dulu, Kasta Dalit sudah menjadi masyarakat yang dikucilkan. Kondisi ini dijadikan keyakinan bahwa orang yang menyentuh fisik orang Dalit dianggap tercemar.

baca juga

James berpendapat dalam bukunya yang berjudul "The Illustrated Encyclopedia of Hinduism" menulis bahwa warga Dalit dianggap "mencemari" masyarakat Hindu sehingga dijatah pekerjaan yang paling kotor dan gaji terendah.

Lembaga riset kebijakan ekonomi tertua India yaitu National Ncaer Concil bersama University of Maryland Eastern Shore melakukan survey terkait perilaku kelompok-kelompok sosial di India terhadap orang Dalit.

Menurut hasil survey tersebut dikatakan bahwa terdapat 27% Responden menghindari kontak fisik dengan orang-orang dari Kasta Dalit.

Bahkan 30% penganut agama Hindu memerlakukan orang Dalit secara spesifik yaitu dengan melarang mereka pergi ke dapur, menggunakan peralatan masak ataupun makan.

Menurut Human Right Watch, Mita Narula mengungkapkan bahwa "Dalit tidak diperbolehkan minum dari sumur ataupun cangkir yang sama, dari kuil yang sama. Serta memakai sepatu yang sama dipakai dengan kasta kelas atas."

Kasta Dalit juga lemah dari perlindungan hukum.

Dilansir dari Biro Kejahatan Nasional di India menunjukkan sebanyak 25.455 kasus menimpa kasta Dalit pada tahun 2000.

Setiap 2 jam orang dari Kasta Dalit dipukuli, setiap hari 3 orang perempuan Dalit diperkosa, 2 orang Dalit dibunuh dan 2 rumah orang Dalit lainnya dibakar.

Pada saat itu hukum bagi orang Dalit sangat lemah. Bahkan laporan dari kasus-kasus itupun diberhentikan dengan alasan tidak berdasar.

Meskipun pada tahun itu 26 polisi sudah dinyatakan bersalah di pengadilan sebagai tindakan karena tidak melaporkan dan melanjutkan kasus dari Kasta Dalit hanya karena mereka takut akan ancaman dari Kasta yang lebih tinggi.

Pihak Polisi menyalahgunakan wewenang dengan cara melakukan kolusi dengan kasta kelas atas.

Seiring berjalannya waktu, dengan adanya pembelaan hak-hak atas Kasta Dalit malah membuat diskriminasi menjadi sangat tinggi.

Namun, Kepolisian Dewan yang menganut sistem kasta agama Hindu membantah adanya data yang ada.

Kejahatan terhadap perempuan dari Kasta Dalit pun lebih buruk.

Dikutip dan dirilis dari BBC, menyebutkan bahwa 54% perempuan mengaku mengalami serangan kekerasan dan pemerkosaan. 46% mengalami kekerasan seksual, 43% menghadapi kekerasan domestik, 23% diperkosa dan 62% mengalami kekerasan verbal.

Menurut laporan dari Internasional Amnesti pada tahun 2001 ditemukan sejumlah kasus tindak kejahatan terhadap perempuan Dalit yang dilakukan oleh tuan tanah penduduk desa dari Kasta kelas atas dan juga polisi.

Namun, seperti yang sudah terjadi pada kasus sebelumnya polisi tidak menerima laporan atas kasus pemerkosaan perempuan Dalit. Mereka hanya menerima 5% laporan dan menolak sekitar 30% laporan pemerkosaan karena dianggap palsu.

Tidak hanya itu, penelitian menyebutkan fakta bahwa ternyata polisi menerima suap dari kasta kelas atas, melindungi tersangka. Dan tidak jarang bahkan suami dari perempuan Dalit yang diperkosa itupun dibunuh.

Bahkan sebagian perempuan Dalit dimasukkan kedalam prostitusi dengan dalih akan melakukan kegiatan agama dengan menyembahkan dirinya kepada kuil dan dewa yang mana dengan kondisi seperti itu mereka tidak bisa menikah.

Penulis buku "Case Matters" Dokter Surrats menulis bahwa "Perempuan Dalit sebagai kelompok paling tertindas di dunia."

Seorang Dalit pernah berkata bahwa perumpaan bagi mereka tidak berbeda dengan stempel yang sudah ada di dahi sejak lahir bertuliskan diskriminasi dengan kondisi yang sama sekali tidak adil tetapi mengubahnya pun tidak semudah membalikkan telapak tangan.(*)

Sumber : Kanal Youtube Data Fakta

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BIKIN MERINDING! Kisah Horor Mahasiswa Dipelototi Hantu Nenek-nenek di Toilet Kampus

BIKIN MERINDING! Kisah Horor Mahasiswa Dipelototi Hantu Nenek-nenek di Toilet Kampus

Soreang | Rabu, 19 Oktober 2022 | 15:18 WIB

Demi Kemenangan, Akademi Persib Putri Asah Latihan Cetak Gol dari Situasi Bola Mati

Demi Kemenangan, Akademi Persib Putri Asah Latihan Cetak Gol dari Situasi Bola Mati

Soreang | Rabu, 19 Oktober 2022 | 14:52 WIB

Tegas! Kapolri akan Evaluasi Pejabat Polri yang tidak Bisa Kembalikan Kepercayaan Publik terhadap Polisi

Tegas! Kapolri akan Evaluasi Pejabat Polri yang tidak Bisa Kembalikan Kepercayaan Publik terhadap Polisi

Soreang | Rabu, 19 Oktober 2022 | 14:24 WIB

Terkini

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

×