"Sudah ada yang nyiram (jalan berdebu) tiga orang," kata pengelola menjawab pertanyaan keras Dedi Mulyadi.
Mendapat jawaban soal bayar bayar pajak, Dedi Muyadi tak ciut, Dia terus membentak si pengelola ini.
"Berapa Anda bayar pajak," kata Dedi Mulyadi bertanya.
"Berapa puluh miliar Anda bangun jalan," kata Kang Dedi Mulyadi.
Rupanya si pengelola limbah tidak mau kalah. Dia kemudian memberikan jawaban yang makin membuat Kang Dedi Mulyadi berang.
"Saya ngikuti aturan pemerintah. Itu ada yang bersihin. Saya ngikuti aturan," kata si pembuang limbah.
Kemudian Dedi Mulyadi akan memanggil Dinas Lingkungan Hidup gara-gara memberikan izin pada si pengelola limbah.
"Anda punya mata gak? Kotor dari tadi. Saya ciptain kebersihan dari dulu. Anda ngotorin, hanya untuk cari duit," ungkapnya.
Keduanya tampak saling mempertahakan arugmen. Sementara Dedi Mulyadi tampak tidak seperti biasa.
Dedi Mulyadi benar-benar terlihat marah hingga suara yang keluar bernada tinggi.
Terlebih Kang Dedi yang jarang terlihat sampai semarah itu.
"Saya sudah minta izin dulu, sebelum bangun," kata si pria ini yang mecoba mepertahankan argumen jika sudah ada izin pengelolaan limbah.
"Gak bisa limbah dibuang di sini, malu gak Purwakarta jadi tempat pembuangan limbah," ungkap Kang Dedi sampai membawa nama-nama Purwakarta.
Si pria ini pun akhirnya diminta untuk ke kantor desa dan diberikan penjelasan soal hal tersebut. (*)
Artikel ini telah tayang di denpasar.suara.com berjudul Nyaris Adu Jotos, Kang Dedi Mulyadi Cekcok dengan Pengelola Tempat Limbah, sampai Bawa-bawa Nama Purwakarta